Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: controllers/read.php
Line Number: 266
Afgan Kuliah di Australia Jumat, 18/4/2008 JAKARTA, JUMAT - Baru saja merilis album pertamanya yang bertajuk Confession No. 1 beberapa waktu lalu, penyanyi muda Afgansyah Reza atau Afgan (18) kini bersiap-siap meninggalkan Indonesia. Padahal, namanya saat ini tengah melambung di kancah musik dalam negeri berkat lagunya Terima Kasih Cinta. Meski sedang naik daun, Afgan mengaku sudah mantap terhadap pilihannya untuk sementara meninggalkan Tanah Air, karena akan melanjutkan kuliahnya di Australia. ”Di Australia hanya 1,5 tahun kok,” kata Afgan ketika ditemui di sela-sela acara Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2008 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Selasa (15/4) malam. Muncul kabar bahwa kepindahannya ke Negeri Kangguru itu disebabkan karena nilai kuliah Afgan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia kelas internasional hancur, bahkan terancam drop out (DO). Diakui Afgan, saat memasuki semester pertama kuliah nilainya "lumayan parah". Namun di semester berikutnya, Afgan mengaku bisa memperbaiki diri. Setidaknya Afgan bisa menepis isu yang tidak benar tersebut. Kepindahannya ke Australia untuk menuntut ilmu itu justru diminta oleh kampusnya. "Semester sekarang nilainya bagus, makanya dipilih UI dan dikirim ke Australia," kata penyanyi berkacamata ini. Afgan mengaku tawaran untuk kuliah di Australia itu terlebih dulu datang kepadanya daripada rekaman album solo. Jika sesuai rencana, penyanyi kelahiran Jakarta 27 Mei 1989 ini akan berangkat ke Australia pada pertengahan tahun 2009 nanti. Saat ini Afgan memilih cuti kuliah mengingat kesibukan promo album pertamanya yang luar biasa padat. Ia memilih cuti untuk melanjutkan kontrak kerja dengan Wanna B Production dan perusahaan rekaman Sony BMG. Anak kedua pasangan Lyod Yahya dan Lola Purnama ini berjanji akan kembali menyanyi setelah lulus kuliah. (Warta Kota)
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|
|