JAKARTA, SELASA - Kepedihan juga dirasakan Henry Siahaan. Henry bahkan mengaku menangis ketika tak bisa lagi merayakan hari ulang tahun isterinya secara bersama-sama.
Itulah suasana hati yang sedang dirasakan pengusaha itu sejak digugat cerai isterinya, artis Yuni Shara. "Selama 13 tahun untuk pertama kalinya saya menangis. Perasaan saya susah diucapkan dengan kata-kata," kata Henry kepada wartawan di rumahnya Kemang Dalam VIII No F 18, Kawasan Kemang, Jakarta Selatan Selasa (3/6) sore.
Henry muncul dalam hajatan ulang tahun Yuni Shara yang digelar khusus untuk wartawan di rumahnya itu. Meskipun demikian juga tampak hadir ibunda Yuni, Ny Rahma Widadi Ningsih, dan anak-anak Henry dengan isteri terdahulu, artis Nurafni Oktavia.
Henry mengakui bahwa perceraian yang akan segera tiba itu telah disepakati berdua. Oleh sebab itu untuk saat ini, Henry mengaku bahwa keinginannya untuk rujuk -- sebagaimana dikemukakan dalam jumpa pers beberapa hari lalu -- merupakan hal yang mustahil untuk saat ini.
Oleh sebab itu pula Henry mengaku bahwa dirinya ingin tetap bersikap jujur menghadapi keadaan yang berlangsung saat ini. Henry mengaku ingin mengikuti alur yang dipandang Yuni sebagai hal terbaik.
"Saya tidak ingin nantinya orang malah menerka-nerka saya. Saya akan mengalir mengikuti alur saja," katanya.
Bukan Kiamat
Namun Yuni yang mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya mengatakan bahwa perpisahan dengan Henry sudah dipikirkan masak-masak.
Namun, Yuni juga menegaskan bahwa perpisahan bukan berarti kiamat, meskipun keputusan itu diakuinya bukanlah hal yang mudah. Yuni juga mengatakan, ia mengambil keputusan seperti itu dengan penuh pertimbangan dan mengharapkan publik bisa menghargai keputusan mereka.
"Cinta itu harus ada kerelaan," katanya. "Saya tidak tahu lagi apa ini dikatakan putus asa. Tapi keputusan sudah bulat. Saya hanya ingin bersama anak-anak dan ingin menjalani hidup lebih baik lagi," ujarnya.
Yuni juga sempat berpesan kepada media agar tidak berspekulasi tentang masalah yang dihadapi keluarganya.