Kedah Larang Konser Dangdut
Sabtu, 30/8/2008
Tribun Timur/Fikria Hidayat

KUALA LUMPUR, JUMAT - Negara Bagian Kedah, Malaysia Utara, yang diperintah partai opisisi, telah melarang konser yang menampilkan musik "dangdut" dari Indonesia, rock, reggae dan pop. Alasannya pertunjukan semacam itu akan berdampak negatif pada kaum muda.

"Kami tidak memperkenankan ’goyang ngebor’ di pentas," kata Menteri Besar Kedah Ismail Salleh, seperti dikutip harian Star edisi Jumat (29/8). "Kami kini sedang merumuskan pedoman yang menyeluruh bagi berbagai konser. Sampai kini, konser-konser seperti ini dilarang," katanya.
    
Di luar larangan itu, dangdut, yang populer sekali di kalangan masyarakat setempat. Entah bagaimana nasibnya kemudian, setelah larangan ini berlaku.

Menurut Ismail, konser yang bernapas Islam, seperti nasyid,  dan menampilkan lagu yang patriotik masih diperkenankan. Ia menyatakan pemerintah negara bagian tidak menentang acara hiburan. "Kami cuma tak ingin mengizinkan jenis hiburan yang berdampak merusak," katanya.
       
Inul Daratista yang terkenal dengan aksi Goyang Ngebor di panggung pernah naik panggung di Malaysia. Namun bulan lalu, ia nyaris pingsan ketika pemerintah setempat tidak mengeluarkan izin untuk konsernya. (ANT)

Share on Facebook  
Nilai 3.5 AAA
Ada 12 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
1 dari 3 Halaman Komentar | First Prev Next Last

UMUMKAN PERANG TERHADAP MALAYSIA!!!!!!,MEREKA NGIRI KARNA MUSIKNYA DAN SEGALA MACAM DARI MALAYSIA TIDAK LAKU DARI INDONESIA.....MARI SWEEPING WARGA MALAYSIA.

Posted by: marsel | Jumat, 10 Oktober 2008 | 11:08 WIB

ya .. begitu deh.. emang dasar malaysia itu kan sentimen sama negara kita alias "MUSUH DALAM SELIMUT", gak boleh ngeliat negara kita maju, terus bangsa kita juga sih... terlalu mengumbar, jadi kurang berwibawa begitu di mata mereka.

Posted by: Heri S. | Minggu, 21 September 2008 | 13:37 WIB

aduh kok dangdut dan goyang selalu disalahkan terus... engga usah munafik jadi manusia, semua orang suka kok melihat goyang yang rada syurkan? kalau anak nya jadi punya pikiran jorok gara gara itu ya yang disalahin orang tuanya bukan dangdut dan goyangnya !! kenapa engga didik anaknya lebih baik, jangan terus nyalahin goyangnya.

Posted by: brusseller | Jumat, 19 September 2008 | 17:18 WIB

gw ga setuju klo musik indonesia dilarang pentas di Malaysia, tp klo mengenai goyang dangdut yg seksi, memang udh kelewat batas. coba liat foto di atas, Contoh yg sangat2 buruk buat anak2. apa kita mau punya anak yg selalu punya pikiran kotor. jangan terlalu mengatasnamakan seni, seni ga bisa dipertanggung jawabkan di Akhirat.

Posted by: anak2 | Kamis, 18 September 2008 | 10:45 WIB

akhirnya indonesia bisa menjajah jg. shrsnya kita bangga produk2 budaya ,lwt lagu2 dan konser musik, indonesia "menjajah" malaysia. apalagi dangdut...musik yg muncul berdasarkan realita kehidupan pinggiran jakarta tahun 70-an. ngapain mesti malu, apalagi berdalih dg "moral". waaah membosankan....wong kita sendiri yg menghasilkan budaya dangdut itu, kok mesti malu. dan satu lagi dangdut bkn musik elit, dan memang seharusnya tdk perlu di elitisasi, dia lahir di jalanan sbg respon atas penguasa yg terlalu represif pada masa itu....viva la dangduta!!!

Posted by: nana | Selasa, 9 September 2008 | 14:48 WIB

Posting Komentar Anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
POLLING
Ancaman perceraian lagi-lagi harus dijalani penyanyi Dewi Sandra. Setelah bercerai dengan suaminya terdahulu, aktor dan penyanyi Surya Saputra, kini ia justru terancam ditalak suami keduanya, Glenn Fredly. Tudingan adanya pihak ketiga pun menyeruak. Benarkah kabar tersebut? Bagaimana menurut Anda?