


LOS ANGELES, KAMIS - Meskipun Minggu (3/2) lalu Britney Spears baru saja divonis oleh Tim Psikiater Pusat Medis UCLA, Los Angeles, AS, yang menyatakan agar masa penanganan kejiwaannya diperpanjang 14 hari, tenryata bintang pop itu diperbolehkan pulang. Orang tuanya pun geram.
The Los Angeles Times melaporkan, penyanyi yang hidupnya penuh masalah itu, Rabu (6/2) keluar dari Pusat Medis UCLA ditemani oleh para pengawal pribadi tanpa memberikan keterangan pers. Pada Rabu petang jaringan televisi lokal menayangkan rekaman gambar Spears dan kawan-kawannya yang tidak diketahui jatidirinya, meninggalkan rumahnya dengan Mercedes hitam, dibuntuti rombongan paparazzi.
Bintang berusia 26 tahun memang sedang menjadi pasien dan harus menjalani evaluasi atas masalah kejiwaannya setelah dilarikan dari rumahnya oleh tim paramedis ke rumah sakit atas rekomendasi psikiaternya. Saat dilarikan ke rumah sakit itu polisi melakukan konvoi yang melibatkan belasan personel bersepeda motor, belasan lagi dalam mobil dan satu helikopter. Konvoi itu dinilai seperti sirkus dan sempat dikeluhkan sebagian masyarakat.
Spears diizinkan pulang dari rumah sakit setelah dilakukan dengar pendapat secara rutin antara pihak pengadilan dengan pasien dan dokter untuk mengetahui apakah akan ada dampak buruk jika penahanannya di rumah sakit demi kesehatan jiwanya dilanjutkan.
Menurut majalah People, dalam kasus diizinkannya Spears pihak pengadilan tidak menemukan alasan dan itu tidak sesuai dengan harapan dokter jika merujuk pada kasusnya di Pusat Medis UCLA dan orangtuanya.
"Sebagai orang tua untuk anak yang sudah dewasa dan tengah berada dalam krisis kesehatan jiwa, pagi ini kami benar-benar merasa kecewa setelah mengetahui bahwa atas rekomendasi untuk penanganan kejiwaannya, Britney diizinkan pulang dari rumah sakit yang dapat memberikan perawatan terbaik dan keamanannya," ujar orang tuanya dalam sebuah pernyataan.
"Kami sangat peduli atas keselamatan dan kerentanannya dan kami juga percaya bahwa saat ini kehidupan anak kami sedang penuh risiko. Kami minta bahwa hanya jika perintah pengadilan diperkuat maka sebuah tragedi akan terhindarkan."
Media massa melaporkan, meskipun pekan lalu penanganan terhadap Spears di Pusat Medis UCLA diperpanjang dua minggu, sang penyanyi dapat menuntut secara legal untuk dibebaskan atau diizinkan pulang jika dokter memutuskan bahwa perawatan jalan merupakan hal yang dimungkinkan.
Penanganan kejiawaan di pusat medis itu merupakan kali kedua untuk Spears dalam rentang waktu kurang dari sebulan setelah dilarikan ke rumah sakit awal Januari lalu menyusul hilangnya hak asuh atas anak-anaknya hasil perkawinannya dengan Kevin Federline.
Drama terakhir Spears ke rumah sakit dipicu oleh pertempurannya dengan Federline dalam ruang pengadilan yang membuat keputusan agar dilakukan kontrol (kejiwaan) terhadap penyanyi itu. Pengadilan juga memerintahkan untuk menempatkan ayahnya James Spears menangani masalah bisnis dan keuangannya.
Sebuah dokumen pengadilan yang berisfat tertutup menyebutkan, orang tua Britney juga menuding Sam Lutfi, kawan Britney yang sering bertindak sebagai manajer, telah menjerumuskan Britney ke dunia narkoba dan mencoba mengontrol setiap aspek kehidupan sang bintang.
"Pak Lutfilah yang menjerumuskan Britney ke dunia narkoba," ungkap Lynne Spears dalam dokumen itu. "Ia memutus jaringan telepon ke rumah dan memindahkan charger ponselnya. Ia mengkalim berhak mengontrol semuanya."
Pengadilan juga telah memerintahkan dilakukannya pengendalian terhadap Lutfi yang selama ini terus menempel ketat untuk menjauhi Britney, orang tuanya dan rumah sang penyanyi dan keluarganya.
Britney Spears memang salah satu bintang pop yang paling sukses di antara sesama bintang seusianya. Namun ia jatuh dalam hak pengasuhan atas dua anaknya. Sejak berpisah dengan Federline ia juga jarang diekspos media di halaman utama. Setelah itu ia sering mebuat ulah yang aneh-aneh dan acap dilarikan ke rumah sakit dan harus menghadapi penanganan masalah kejiwaan. (AFP/WIP)

