Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Anak Munir Ingin Bikin Lagu Juga
Kamis, 14 Februari 2008 | 15:18 WIB
|
Share:
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Suciwati, istri almarhum pejuang hak asasi manusia (HAM) Munir, bersama puluhan aktivis yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat untuk Korban Pelanggaran HAM berjalan kaki memperingati Hari HAM Sedunia dari Bundaran Hotel Indonesia ke Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (10/12). Dalam aksi itu mereka antara lain meminta penuntasan kasus-kasus pelanggaran HAM dan realisasi segera pembentukan tim investigasi terhadap pembunuhan Munir.
TERKAIT:

JAKARTA, KAMIS - Keluarga almarhum Munir, pejuang hak asasi manusia yang meninggal karena diracun di pesawat terbang  ternyata pecinta musik. Bahkan istri Munir, Suciwati, mengatakan bahwa hidup tanpa musik akan terasa hampa.

Suciwati pun mengapresiasi ajang lomba cipta lagu untuk Munir yang diadakan KBR 68H dan KASUM. Bagi sosok yang akrab dengan panggilan Suci itu, lagu merupakan bentuk lain dari perjuangan.

"Bagi saya, lagu adalah alat perjuangan dalam bentuk lain. Mungkin juga bisa diinspirasi dari perjuangan orang kulit hitam (di Amerika) yang menuntut pembebasan. Mereka menggunakan lagu sebagai alat perjuangan, terutama jazz  ya," kata Suci kepada Kompas.com, yang menghubunginya melalui telepon setelah sepuluh lagu terbaik hasil Lomba Cipta Lagu untuk Munir yang digelar oleh Kantor Berita Radio 68H diumumkan  pada Kamis (14/2) siang.

Anak tertua Munir dan Suci, Alif Alende pun ternyata mempunyai bakat musik. Bocah berusia sembilan tahun itu pun tergugah untuk membuat lagu bagi ayahnya.

"Waktu denger ada ajang ini, anak saya langsung bilang, 'Ah aku juga mau bikin lagu buat Abah juga, Bu'. Kalau saya sih terserah anak saja. Biarkan mereka belajar. Tapi anak-anak saya juga suka musik, seperti orang tuanya," lanjut Suci.

Munir sendiri, kata Suci, menyenangi jenis musik Jazz. Meskipun jenis musik ini tak dijumpai dalam 10 lagu terbaik pilihan Dewan Juri Lomba Cipta Lagu untuk Munir,  Suci menilai ragam lagu yang dihasilkan dari ajang lomba itu sangat bervariasi.

"Kalau nggak salah, tadi ada yang rock juga kan? Ini sangat menarik," katanya.

Dari 10 nominasi lagu yang telah diumumkan panitia, Suci menyenangi lagu berjudul Untukmu karya Nur Iman dan Cahaya karya Asfinawati. Sementara dari segi judul lagu, Suci juga mengaku kagum atas lagu Masihkah Kita Takut. karya Amir Sadewo.

Munir pejuang HAM yang vokal tewas akibat diracun dalam pesawat terbang yang membawanya menuju Belanda untuk studi pada empat tahun yang lalu. Namun hingga kini atau empat tahun setelah kematiannya kasus itu belum terungkap tuntas. Hingga kini pula Suciwati bersama sejumlah lembaga pejuang HAM yang didirikan atau dibesarkan Munir maupun lembaga lain terus berjuang untuk mengungkap otak dan pelaku pembunuhan pejuang HAM yang semasa hidupnya  meraih banyak penghargaan di tingkat internasional maupun lokal.