


NEW YORK, KAMIS - Katon Bagaskara, penyanyi sekaligus pemusik dan penulis sejumlah lagu populer, saat ini tengah melakukan tur musik di empat negara bagian Amerika Serikat (AS). Namun ia menyanyi tanpa dibayar. Apa pasal?
Ternyata Katon (41) memang sengaja menyisihkan sejenak kepentingan pribadinya sebagai musikus profesional. Sebab acara-acara yang ia hadiri untuk menyanyi adalah acara religius, yang berkaitan dengan perayaan Paskah yang digelar oleh komunitas Kristiani asal Indonesia yang tinggal di beberapa kota di AS.
"Ini murni charity, sama sekali tidak (dibayar). Untuk acara seperti ini, kita nggak ada unsur profesional. Paling kita perlu waktu untuk istirahat, waktu untuk pribadi, dan itu pun tidak setiap hari melayani," kata Katon kepada Antara di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York, Kamis waktu setempat atau Jumat waktu Indonesia.
Katon, yang terkenal antara lain lewat salah satu hitnya Yogyakarta itu datang di AS bersama isterinya, Ira Wibowo. Selama 10 hari ia berkeliling ke empat kota yaitu Atlanta (Georgia), New York, Philadelphia (Pennsylvania) dan New Jersey untuk bersama-sama masyarakat Krsitiani asal Indonesia merayakan Hari Paskah.
Pelantun lagu Negeri di Awan itu sebenarnya sudah cukup sering bertandang ke negeri Uwak Sam sejak empat tahun lalu, termasuk untuk tampil di Washington D.C., Chicago, Los Angeles dan San Fransisco.
"Dulu memang untuk misi kebudayaan. Baru pertama kali ini saya ikut misi yang lebih berbau religi. Di sini banyak masyarakat Indonesia yang merayakan Paskah. Mereka senang sekali kalau ada musikus atau penyanyi dari Tanah Air yang ikut merayakan kebaktian bersama mereka," ujar Katon.
Kendati tampil tanpa bayaran, juga dengan mengorbankan waktu, tenaga, dan pengaturan jadwal bermusiknya di Indonesia yang disebutnya tidak mudah, Katon mengaku senang menjalankan perjalanan rohaninya ke AS.
"Saya pribadi menganggap hidup musti ada keseimbangan, tentunya dengan iman dan kepercayaan kita masing-masing. Dengan apa yang kita dapat di dunia ini, kita juga harus berbuat sesuatu untuk Tuhan," ujarnya.
Melakukan perjalanan untuk misi amal, dirasakan Katon mendatangkan berkah tersendiri. Ia dan Ira, misalnya, tiba-tiba mendapat berbagai kemudahan dalam melakukan perjalanan ke AS.
"Padahal satu hari sebelum berangkat dari Jakarta, kita baru dapat kepastian soal tiket. Tapi akhirnya kita berangkat juga dan justru banyak sekali mendapat bantuan dari Etihad," kata Katon.
Etihad, maskapai penerbangan yang membawa mereka menuju AS, di luar dugaan memberikan fasilitas, antara lain menaikkan kelas penumpang yang tadinya ekonomi menjadi kelas bisnis bagi pasangan tersebut.
"Dan kelas bisnisnya juga ternyata tidak seperti kelas bisnis biasa. Ini kelas bisnisnya luar biasa, kursinya bisa memijat, kita bisa tiduran, bisa nonton tv secara pribadi lho, bukan yang tv untuk ’rame-rame’," kata Katon dengan nada riang.
Setelah sebelumnya tampil di Atlanta, Katon akan menjalankan misi serupa di New York, diikuti dengan Philadelphia dan New Jersey sebelum bertolak kembali ke Jakarta awal pekan depan. Di New York, Katon dan Ira menyempatkan diri untuk bersilahturahmi dengan Konjen RI Trie Edi Mulyani.
Pada acara makan siang yang berlangsung di KJRI dan dihadiri seluruh staf konsulat pada Kamis, Katon juga sempat menyanyikan tiga lagu, yaitu Tak Bisa ke Lain Hati; Yogyakarta, dan Dinda di Mana.
Kendati mengaku malu tampil di depan umum, Ira Wibowo akhirnya ikut sumbang suara dan menjadi penyanyi latar dadakan bersama Amirah Alatas, penyanyi Indonesia yang juga merupakan anggota staf lokal KJRI.
Setelah menyelesaikan tur Amerikanya, Katon dan Ira sudah ditunggu berbagai kegiatan mendesak di Indonesia. "Sampai di Jakarta, kami langsung berangkat ke Solo, jadi nggak lihat rumah (di Jakarta)," kata Katon.
Solo menjadi tempat Ira Wibowo melakukan pengambilan gambar untuk film musikal anak-anak Liburan Seru, yang dikabarkan akan cukup banyak memunculkan lagu anak-anak gubahan pencipta lagu legendaris AT Mahmud.

