

JAKARTA,MINGGU - Aktor kawakan, Deddy Mizwar, mengaku sangat prihatin dengan kondisi perfilman Indonesia, khususnya yang didedikasikan untuk anak Indonesia. Dia mengatakan memang benar bahwa saat ini sudah cukup banyak film anak yang diproduksi, namun masyarakat harus berpikir ulang mengenai definisi film anak sendiri.
"Menurut saya, banyak film anak, misalnya Denias bukan film khusus anak. Isu yang diangkat itu kan pendidikan, itu problem orang dewasa, anak-anak hanyalah yang terkena akibatnya. Jadi apa itu film anak?," ujar Deddy di sela-sela peringatan Hari Film Nasional ke-58 di Gedung Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Minggu (30/3).
Menurut Deddy, yang dimaksud film anak bukan sekedar tokoh-tokoh utamanya diperankan oleh anak-anak melainkan bagaimana mengangkat masalah-masalah yang krusial dalam dunia anak-anak. "Nggak mudah sebenarnya bikin film anak-anak. Ini bukan sekedar masalah anak-anak yang main film tapi bagaimana mengangkat masalah anak-anak sehingga anak-anak bisa bercermin melalui film bioskop dan tv," ujar Deddy yang baru saja kembali menerima penghargaan sebagai aktor terbaik melalui perannya dalam film Nagabonar Jadi 2.
Oleh karena itu, Deddy mengharapkan kerjasama yang baik antara pemerintah, para sineas, pengusaha bioskop dan televisi untuk serius memperhatikan kebutuhan anak-anak Indonesia melalui film.

