


PONTIANAK, KAMIS - Di mata aktor dan model Ferry Salim (41), ikan arwana tidak hanya memiliki bentuk dan warna yang indah serta bernilai filosofis tinggi. Ikan itu juga merupakan wujud pengakuan nasionalisme.
"Saya tidak mau ikan arwana, terutama yang jenis Super Red, diakui negara lain, karena hanya ada di Kalimantan," kata Ferry di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu (7/5).
Menurutnya, arwana Super Red layak dimasukkan dalam national treasure Indonesia sehingga patut untuk dikembangbiakkan secara luas. "Kita harus menggaungkan ke seluruh dunia bahwa arwana Super Red itu asalnya dari Indonesia, bukan Malaysia atau Singapura," tekannya.
Ferry mengaku mulai tertarik dengan ikan arwana sejak 1980-an, karena ada salah seorang kakaknya yang memelihara ikan tersebut. Namun, hingga kini, belum ada ikan arwana yang dikoleksinya. "Kebetulan ke Pontianak, sekalian minta cari yang bagus oleh ahlinya," ucap ayah dua anak ini.
Sebagai ikan purbakala, arwana memiliki rupa yang cantik dan unik. Tubuhnya memanjang, ramping, dan stream-line, sedangkan gerakan berenangnya amat anggun. "Arwana mempunyai harmonisasi warna dan gerak tubuh yang sangat indah," komentar Ferry.
Selain itu, proses kembang biak arwana juga mengandung nilai filosofis tinggi. Ikan arwana betina tugasnya hanya bertelur. Kemudian, induk jantan memeram dan memelihara telur-telur itu di dalam mulut selama 40 hingga 50 hari sampai menetas. "Coba kalau proses itu juga terjadi pada manusia," ujarnya.
Ferry datang ke Pontianak terkait dengan The International Arwana Exhibition and Contest, yang diadakan di Pontianak Convention Center, 7-11 Mei 2008.
Meskipun Sungai Kapuas merupakan asal ikan arwana jenis Super Red, pameran dan kontes tersebut merupakan yang pertama kalinya di Kalbar. Sebanyak 100 ekor arwana Super Red akan adu kemolekan untuk memperoleh hadiah utama berupa sebuah mobil. Para juri lomba itu berasal dari Indonesia, Jepang, Taiwan, Singapura, dan Malaysia. Sementara itu, para pesertanya datang dari berbagai provinsi di Indonesia seperti Kalbar, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANT)

