


JAKARTA, SELASA -- Kisruh hubungan rumah tangga antara Ahmad Dhani dan Maia Estianty, yang kini tengah bergulir di Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan (Jaksel), rupanya berlanjut di luar persidangan. Bahkan kisruh telah meluas dan tidak hanya melibatkan kedua pasangan selebritas itu.
Kuasa hukum Maia Estianty, Elza Syarif dan Sheila Salomo mengaku bahwa pihaknya masih terus diganggu bahkan mendapatkan serangkaian teror lewat SMS. Teror itu datang dari pihak-pihak yang mengaku sebagai penggemar sejumlah artis.
"Nomor saya disebar ke banyak orang sebagai nomornya Ruben, Onci Ungu, Eko Patrio, Ivan Gunawan, Dhani, dan juga Mulan. Dulu tak pernah terjadi. Para penggemar mereka jadi telepon saya. Tapi sempat ada pengakuan dari penggemar kalau telepon itu diperoleh dari manajernya Dhani," ungkap Elza Syarif, salah satu kuasa hukum Maia Estianty sebelum sidang di Pengadilan Agama, Jakarta Selatan dimulai Selasa (13/5).
Kuasa hukum Maia, Sheila Salomo, juga mengalami hal yang sama. Ia bahkan mengaku sempat mendapat SMS dari seseorang yang mengaku Luna Maya. "Dia kirim SMS yang isinya ngompor-ngomporin. Tapi saya yakin dia bukan Luna Maya," ungkap Sheila dihadapan Maia dan Elza.
Maia sendiri tak begitu meyakini bahwa SMS itu datang dari Luna Maya. "Nggak mungkinlah. Dia itu kan sahabat saya. Coba lihat nomornya," pinta Maia kepada Sheila. Ketika Maia mengeceknya, ternyata nomor tersebut bukan nomor milik Luna Maya, yang selama ini disimpan di dalam data telepon selulernya. "Nggak mungkinlah itu Luna," tegas Maia.
Maia juga mengaku bahwa hingga saat ini dirinya pun tak pernah berhenti menerima teror lewat SMS. Senasib dengan Elza Syarif, Maia bahkan mengaku pernah mendapat SMS dari seseorang yang mengaku sebagai penggemar Mulan Jameelah."Nomorku dikasih orang kalau nomor aku itu nomornya dia. Capekkan?" keluhnya.
Sementara salah satu kuasa hukum Dhani, Derta Rahmanto, seusai sidang mengatakan bahwa pihaknya sudah mendengar kabar ihwal adanya teror lewat SMS tersebut. Namun Derta enggan memberikan komentar.
"Soal itu kita sudah dengar, tapi buat kami lebih baik diam. (Diam) itu juga buat kami bagian dari perlawanan," katanya.
Masih terkait SMS-SMS itu, Elza Syarif menyebutkan bahwa SMS-SMS yang diterimanya itu akan dikumpulkan untuk menjadi bukti menguatkan di persidangan. "Kita akan jadikan bukti. Kalau ditanggapi secara emosi bisa sakit. Saya merasa ini untuk lucu-lucuan saja. Saya melihat ini bagian dari permainan dan akan kami jadikan bukti," katanya. (EH)

