Jumat, 25 April 2014
Terlalu Hot, Klip Video Aura Kasih Ditolak Stasiun TV
Senin, 26 Mei 2008 | 18:51 WIB
|
Share:
KOMPAS.COM/ATI KAMIL
Aura Kasih

JAKARTA, SENIN - Memang banyak jalan menuju Roma. Tapi, tidak semua jalan mulus. Aura Kasih (20)--yang lebih dulu mencicipi dunia modeling, ikut kontes kecantikan, dan main film televisi (FTV), baru kemudian masuk ke industri musik sebagai penyanyi solo--harus berhadapan dengan rintangan sebelum album perdananya, Malaikat Penggoda, dirilis pada Maret 2008.

Kira-kira dua bulan belakangan, klip video single pertama Aura, Mari Bercinta, bisa sering dipirsa di layar kaca. Namun, asal tahu saja, ketika ditawarkan ke salah satu stasiun televisi (TV) untuk ditayangkan pertama kali di layar kaca Tanah Air, klip video lagu beraroma dancehall tersebut ditolak oleh stasiun TV itu.

"MTV (Indonesia) bilang, mereka enggak bisa menayangkan klip video itu. Menurut mereka, klip video itu enggak cocok untuk penonton Indonesia, terlalu hot," cerita dara berdarah Sunda-Lampung yang lahir di Bandung pada 26 Februari 1988 ini ketika datang ke Kompas.com, Senin (26/5). "Menurut mereka, goyang penari-penarinya terlalu hot. Mungkin karena mereka all out ya waktu ngedance, walaupun enggak se-hot goyang gergaji Dewi Perssik," lanjut pemilik nama lengkap Sanny Aura Syahrani ini lalu tersenyum.

"Dalam klip video itu juga ada penari di dekat tiang yang dipakai untuk penari striptease di klab malam, walaupun enggak ada adegan striptease," sambung penulis lirik Mari Bercinta ini. "Lighting-nya yang bertema gotik dan glamor juga mendukung kesan terlalu hot," imbuh finalis Miss Indonesia 2007 ini.

Padahal, menurut pemilik tinggi dan berat badan 171 cm dan 50 kg ini, ia sendiri tak tampil hot dalam klip video tersebut. "Goyangku biasa saja. Aku juga pakai baju yang biasa saja, dress pendek di atas lutut, enggak pendek banget sampai di atas paha," komentar Aura, yang sedang cuti kuliah dari Program D3 Akademi Sekretari dan Manajemen Ariyanti, Bandung, ini.

Cerita Aura lagi, stasiun TV tersebut mengutarakan, klip video itu akan layak tayang jika banyak diedit. Namun, sutradara klip video tersebut, Anton Ismail, menolak tawaran tersebut. "Itu karyanya. Kalau banyak diedit, enggak sesuai lagi dengan konsepnya," kata warga Bandung yang jadi anak kos di Jakarta demi karier musiknya ini. 

Anton memilih untuk membuat klip video versi kedua untuk Mari Bercinta. Aura lalu menjalani syuting lagi. "Aku ditampilkan nyanyi dan goyang sendiri, enggak bareng dancers lagi. Tarian dancers-nya yang ada dalam klip video versi pertama cuma dicuplik sedikit-sedikit untuk klip video versi kedua," katanya lagi. Klip video versi kedua itulah yang kini bisa dipirsa di layar kaca.

Aura mengaku sebetulnya lebih puas dengan klip video versi pertama. "Angle-angle kameranya, lighting-nya, lebih keren," ucapnya.