Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Waduh..., Ayah Corby Ternyata Juga Penyelundup Narkoba
Sabtu, 5 Juli 2008 | 14:33 WIB
|
Share:
KOMPAS/AYU SULISTYOWATI
Dirjen Pemasyarakatan Untung Sugiyono (kanan) tengah menanyakan kabar Schapelle Leigh Corby (29), terpidana 20 tahun kasus mariyuana. Perempuan Australia ini mengaku pernah keluar dari LP Kerobokan Denpasar untuk cabut gigi selama 30 menit. Ia membantah pemberitaan Channel 9 soal gambar makan siang bersama saudaranya.

BRISBANE, SABTU--Ayah ratu narkoba asal Australia yang tertangkap di Bali  Schapelle Corby, Michael Corby senior, ternyata juga sudah terlibat dalam perdagangan mariyuana selama lebih dari 30 tahun, termasuk menyelundupkan barang haram itu ke Bali.

Informasi tentang sepak-terjang ayah perempuan asal Gold Coast, Queensland, yang kini menjalani hukuman 20 tahun penjara di Bali dalam kasus penyelundupan 4,2 kilogram mariyuana tahun 2004 itu diungkapkan surat kabar The Age Australia, Sabtu.

Mengutip pengakuan sepupu ayah Corby, Alan Trembath, dalam program "Lateline ABC" Kamis malam (6/7), The Age menyebutkan, Michael Corby senior pernah sekali menawarkannya 80 ribu dolar Australia untuk menyelundupkan mariyuana ke Bali dengan kapal pesiar.

Trembath mengatakan, Michael Corby senior yang meninggal dunia di Rumah Sakit Brisbane karena penyakit kanker Januari 2008 lalu sudah terlibat dalam perdagangan narkoba di tahun 1980-an. Dia pun berkeyakinan tentang keterlibatan Schapelle Corby dalam kasus penyelundupan mariyuana ke Bali empat tahun lalu karena sepanjang kehidupannya, dia sudah akrab dengan barang haram ini.

Bahkan tiga minggu sebelum penangkapan Schapelle Corby, terungkap dalam acara Lateline ABC  bahwa seorang informan polisi Australia telah menyebut keterlibatan seseorang bernama "Michael" dalam penyelundupan narkoba dalam jumlah besar ke Bali.

Sepak-terjang Corby dan keluarganya pun telah diungkapkan secara gamblang oleh film dokumenter Schapelle Corby: The Hidden Truth (Schapelle Corby: Kebenaran yang Tersembunyi) yang ditayangkan Stasiun TV Channel Nine pada 22 Juni dan 24 Juni lalu. (ANT)