

JAKARTA, SABTU - Kelompok gamelan Marga Sari asal Osaka, Jepang menggelar lakon "Momotaro" di Bentara Budaya Jakarta (23/8). Lakon yang diambil dari cerita rakyat terkenal di Jepang tersebut dimainkan dengan iringan gamelan seniman Jepang yang berkolaborasi dengan beberapa seniman dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
Pertunjukan yang digelar kali ini tak terpaku pada lakon wayang seperti kebanyakan pentas wayang di Indonesia, tetapi lakon Momotaro telah diinterpretasi ulang dengan cara Marga Sari.
Menurut pimpinan Marga Sari Shin Nakagawa, mereka biasanya menampilkan musik dan tari tradisional Jawa dan repertoar kontemporer. "Ini adalah respon kami terhadap budaya Indonesia yang sangat kami hormati," ujarnya.
Mereka menggunakan campuran bahasa Jepang, Inggris, dan Indonesia, sehingga penonton dapat mengerti alur cerita yang ditampilkan.Pagelaran Momotaro yang telah dipentaskan di Jepang beberapa kali ini dibagi dalam dua sesi.
Pertunjukan sesi pertama yang dimulai pukul 20.00 WIB telah menimbulkan gelak tawa penonton karena gerak mimik muka 15 pemain yang kocak. Pada sesi kedua, penonton semakin girang dengan lakon komedi yang lebih kontemporer, baik dari segi cerita maupun tata rias busana. Kursi penonton penuh sesak, bahkan banyak yang rela berdiri untuk menyaksikan aksi panggung wayang Jepang ini.

