Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Akting Dikritik, Tikam Nangis
Rabu, 17 September 2008 | 14:38 WIB
|
Share:
Kompas Entertaiment/Eko Hendrawan
Hanung berusaha mengobati kesedihan Titi Kamal.

JAKARTA, RABU - Tak terima dinilai aktingnya dalam film terbarunya, Doa Yang Mengancam, hanya sekadar tempelen, Titi Kamal tak terima. Ia pun tak kuasa menahan tangisnya saat jumpa pers seusai menyaksikan tayangan perdana film arahan Hanung Bramantyo di Platinum XXI, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (17/9). 

"Saya sakit hati, padahal saya sudah berusaha total memerankan karakter di film ini," ungkap Titi saat ditanya apa yang membuatnya menangis.

Hanung dan sejumlah pemain awalnya tak mengira Titi bakalan sesensitif itu. Maklumlah, kejadian itu terjadi sesaat setelah seorang wartawan memberikan kritikannya atas penampilan Titi yang terkesan hanya tempelan. Selang beberapa saat, Titi yang berada di podium menangis. Ia kemudian mencium tangan Hanung dan produser Sinemart Heru Hendriyarto, yang berada di sebelahnya, lalu turun meninggalkan para pemain lainnya. 

Sontak saja kejadian itu memancing pertanyaan banyak orang. Titi kemudian sempat menemui ibunya, dan akhirnya memutuskan kembali bergabung di podium. 

Di hadapan pers, Hanung Bramantyo memberikan pembelaannya. Menurut dia, keberadaan Titi dalam film terbarunya itu jelas bukan hanya sekadar tempelan. Titi memiliki peran yang sama seperti halnya pemain lain. "Kalau dibilang pemanis, Titi memang manis. Tapi menurut saya, film itu ibarat sebuah orkestra, setiap pemain memiliki porsinya masing-masing. Jadi buat saya enggak ada itu tempelan," papar Hanung.      

Namun, Titi rupanya masih tak bisa terima dengan tudingan itu. Usai jumpa pers, ia masih tak bisa menahan air matanya. "Aku sudah mati-matian mendalami karakter. Aku sudah berusaha untuk total di film ini. Apa yang diinginkan sutradara tetap aku jalanin," katanya. "Tapi enggak apalah. Aku harus maju terus untuk bisa terus berkarya," lanjut Titi.      

Di film produksi terbaru Sinemart ini, Titi tampil sebagai Leha, istri seorang buruh panggul bernama Madrim, yang diperankan Aming. Karena keterimpitan ekonomi, ia memilih kabur meninggalkan suaminya dan memilih kehidupan yang lebih baik. (EH)