


Sutradara dan Penulis Skenario: Harry Dagoe Suharyadi, Pemain: Nicholas Saputra, Surya Saputra, Marsha Timothy, Atiqah Hasiholan, Davina, Lukman Sardi, Jajang C noer, Ria Irawan, Slamet Rahardjo, Harry Dagoe Suharyadi, Djenar Maesa Ayu, Sigi Wimala, Dennis Adiswara, Alex Abba, Inul Daratista, Julia Perez, Naboyuki Suzuki, Vicky Burky,Dalton Tanonaka, Sita R-S-D, Johny Iskandar, Richard Oh, Joko Anwar, Titiek Puspa, Oppie Andaresta, Rudy Wowor, Indy Barends.
Delapan kisah dihadirkan dalam satu film. Sutradara Harry Dagoe Suharyadi menghadirkannya dalam Cinta Setaman. Cinta, menjadi benang merah dari seabreg kisah tersebut. Dibintangi sederet bintang tenar dari aktor Nicholas Saputra, "Si Ratu Ngebor" Inul Daratista hingga aktris legendaris Titiek Puspa.
Dalam film Cinta Setaman, Harry "Dagoe", tak sekedar mencoba menyuguhkan cinta dalam tataran ungkapan perasaan sepasang manusia, seperti halnya kisah anak seorang Pekerja Seks Komersial (PSK), yang jatuh hati kepada guru Pendidikan Moral Pancasila (PMP)-nya. Atau, kisah pria Jepang yang mencari cinta sejati seorang gadis pemandu karaoke.
Lebih dari itu, Harry, ingin menggambarkan cinta dalam tataran yang luas. Cinta Setaman, seperti diakui Harry, ibarat sebuah memoar kehidupan yang ditemuinya selama dua tahun belakangan ini.
Bagi Harry, beragam kisah yang ditemuinya itu, terasa menyentuh. Harry, yang juga turut berperan dalam filmnya ini, juga menghadirkan cerita tentang seorang anak yang bekerja gigih seharian hanya demi mendapatkan sebotol air bersih dan sepasang sepatu roda.
Ada pula, kisah seorang anak laki-laki yang sangat mencintai ibunya. Ia bekerja banting tulang untuk mendapatkan banyak uang agar bisa memberangkatkan ibunya pergi ke Tanah Suci, Mekkah. Namun, siapa duga, uang yang diperolehnya didapat dari pekerjaannya yang tak halal.
Cerita pun mengalir rancak. Giliran Harry memotret kisah tentang dua keluarga sederhana yang hidup dengan sekelumit persoalan yang harus dihadapinya. Tersebutlah, seorang sutradara televisi dengan empat orang anak. Tekanan dari sang istri dan atasannya, membuatnya linglung. Sebuah peristiwa mengenaskan pun mengakhiri perjalanan hidupnya.
Butuh proses yang panjang buat sutradara untuk bisa merapungkan film ketiganya itu. Untuk penulisan skenarionya, Harry membutuhkan waktu dua tahun, seiring dengan perisitiwa yang ditemuinya.
Sementara, proses syuting diselesaikan dalam kurun waktu satu bulan dengan mengambil lokasi di Jakarta, Yokohama dan Tokyo. "Yang bikin repot adalah bagaimana menghadirkan 27 pemain, yang mempunyai jadwal sendiri-sendiri," kata Harry, usai pemutaran film tersebut di Plaza Senayan, Rabu (8/10).
Sayang, banyak kisah yang terasa menggantung, ditambah adanya potongan sensor lantaran banyak adegan yang memang tak pantas ditonton mereka yang di bawah umur. (C-02/EH)

