

LEWAT divisi baru rumah produksi Kalyana Shira Film, Happy Ending Pictures, sutradara dan produser Nia Dinata mencoba menyuguhkan energi baru. Ke depan, katanya, dengan bendera baru itu, pihaknya ingin memberikan tontonan yang ringan buat market remaja yang pasarnya kian luas seiring dengan pertumbuhan industri perfilman di Tanah Air.
"Ini jadi salah satu divisi di Kalyana Shira Films. Tujuannya menggarap pasar film untuk anak muda dan semua umur," katanya di Jakarta, Jumat.
Gara-Gara Bola, menjadi proyek awal Nia menggunakan bendera Happy Ending Pictures,. Film yang dibintangi Winky Wiryawan, Herjunot Ali dan Amink ini, disutradarai Agasyah Karim dan Khalid Kashogi, dua sutradara muda pendatang baru.
Selain menggarap pasar film untuk remaja dan segala umur, ciri khas lainnya dari divisi tersebut adalah digunakannya format digital HDPro dalam penggarapan filmnya. Nia berasalan penggunaan format digital ini karena gambar dan dana.
"Bikin film dengan format ini bisa memangkas dana produksi hingga 50 persen, dan yang terpenting lewat format ini akan lebih baik bagi sutradara pemula sebab misalnya tidak pas dengan adegan yang sudah diambil bisa dihapus, sementara kalau format Celuloid 35mm kan biayanya cukup mahal," katanya.
SINOPSIS
Dua sahabat, Ahmad (Winky Wiryawan) memiliki usaha desain t-shirt kecil-kecilan, sementara Heru (Herjunot Ali) bekerja sebagai kasir di restoran waralaba bakmi milik ayahnya. Mereka penggemar berat sepakbola dan kos di tempat yang sama Juli 2006, empat hari setelah semifinal Piala Dunia.
Saking ngefans-nya dengan tim Jerman, mereka taruhan untuk Jerman, sementara pemenang piala dunia adalah Italia. Heru dan Ahmad punya waktu hingga malam pertandingan final piala dunia untuk melunasi hutang, atau mereka harus menghadapi debt collector kiriman salah satu bandar judi bola terbesar di Jakarta.
Mereka harus memutar otak, patungan demi melunasi hutang. Heru dipecat oleh bosnya yang bernama Mieke (Aida Nurmala) dengan persetujuan ayahnya (Tarzan). Situasi menjadi semakin parah ketika Ahmad dan Heru diusir dari kontrakan oleh ibu kos mereka (Aming).
Lantas bagaimanakah nasib mereka selanjutnya? Akankah keberuntungan akan berpihak kepada mereka atau justru malah sebaliknya? (EH)

