


NEW YORK, RABU - Aktris peraih Piala Oscar dan aktivis Afrika Selatan, Charlize Theron mengaku miris melihat fakta bahwa setiap 26 detik, seorang wanita diperkosa di Afrika Selatan, negara kelahirannya. Kondisi ini tentu saja digambarkannya sebagai sesuatu hal yang "sangat mengerikan."
Masalah inilah yang menjadi fokus perhatiannya, setelah dirinya diangkat oleh Sekjen Peserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Ban Ki-moon, sebagai Utusan Perdamaian. Theron mengemban tugas untuk memimpin kampanye guna mengakhiri kekerasan terhadap wanita di kawasan tersebut.
"Statistik mengenai kasus perkosaan mengerikan sekali," kata Theron dalam jumpa pers di Markas Besar PBB, New York, pada hari pertamanya bekerja.
Perempuan kelahiran Benoni, Gauteng, Afrika Selatan, 7 Augustus 1975 itu, bergabung bersama sembilan Utusan Perdamaian lainnya yang terlebih dahulu membantu kegiatan kampanye PBB, seperti George Clooney untuk pemeliharaan perdamaian PBB; Daniel Barenboim untuk perdamaian dan toleransi; Michael Douglas untuk perlucutan senjata dan Yo-Yo Ma untuk pemuda.
"Satu dari tiga wanita pernah diperkosa semasa hidupnya dan jumlah itu sangat menyedihkan," katanya kepada DPA. "Jumlahnya semakin mengkhawatirkan".
Theron mendirikan Pusat Krisis Perkosaan Cape Town pada 1999 untuk menangani menyebarnya kasus perkosaan dan tingginya jumlah orang yang terkena HIV, virus yang menyebabkan AIDS.
Namun begitu, ia mengemukakan kini dirinya membutuhkan dukungan PBB untuk memerangi perkosaan agar lebih efektif lagi.
Theron, yang meraih Oscar berkat aktingnya sebagai pembunuh serial dalam film "Monster", telah memanfaatkan ketenarannya untuk mengadvokasi masalah wanita sejak muncul di pentas internasional lebih dari satu dasawarsa silam. (imdb/ANT/EH)

