Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Bagi Jay, Rossa Perempuan Indonesia Abad ke-21
Kamis, 20 November 2008 | 06:58 WIB
|
Share:
KOMPAS ENTERTAINMENT/ADITYA OKTAVIRMANA

JAKARTA, KAMIS - Lewat konser tunggal pertama Rossa (30), Persembahan Cinta, Jay Subyakto, sang konseptor, memberi kepada vokalis tersebut label perempuan Indonesia abad ke-21. Jay memiliki beberapa alasan untuk itu. Bagaimana Rossa sendiri menanggapinya?

Dalam wawancara khusus dengan Kompas Entertainment, Jay mengatakan, untuk menyebut Rossa--yang bernama asli Sri Rosa Roslaina Handiyani--perempuan Indonesia abad ke-21, ia mengacu kepada beberapa hal. Menurutnya, dalam abad ke-21, industri musik, termasuk di Tanah Air, banyak berubah. "Anak-anak muda sekarang cenderung tidak lagi membeli CD atau kaset yang memuat lagu-lagu dari satu album dari artis musik solo atau grup. Mereka lebih memilih satu dua lagu saja yang mereka suka dan men-download-nya," tutur Jay.

Selain itu, lanjut Jay, ada pembajakan yang kian marak dan produser eksekutif rekaman musik yang tak jujur mengenai angka penjualan album CD dan kaset. "Airtime (waktu tayang) musik dan klip video musik di televisi juga sedikit," sambungnya. Makanya, "Artis-artis musik lari ke penjualan RBT (ring back tone) dan show," imbuhnya.

Jay menilai, Rossa berhasil menangani krisis tersebut. "Ia tetap eksis dengan RBT, CD, dan kasetnya. Hasil polling  Kompas (2008) pun menunjukkan, vokalis terbaik sekarang Rossa, bukan Agnes Monica atau yang lainnya," lanjutnya.

Catat Jay, Rossa bisa tetap eksis juga karena ia memiliki intelektualitas yang diperolehnya dari pendidikan tinggi di salah satu universitas terbaik negeri ini. Rossa merupakan lulusan (S1) Fakultas Ilmu Soasial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Di samping itu, masih catat Jay, Rossa dari tahun ke tahun mengasah kemampuan bernyanyinya dan mempelajari hal-hal yang ada dalam industri musik, tak terkecuali trend musik.

Di luar kariernya, Rossa--sebagai perempuan dalam rumahtangga, khususnya istri--menghadapi masalah sejak tahun lalu muncul kasus kehadiran WIL (wanita idaman lain) dalam perkawinannya dengan Yoyok, drummer grup PADI. Jay tidak menutup mata mengenai adanya kenyataan tersebut. Namun, menurutnya, yang penting dalam hal itu, Rossa, sebagai perempuan Indonesia abad ke-21, berani bersikap.

"Dulu, perempuan kita harus berpikir 100 kali untuk mengambil sikap bahwa sesuatu yang dialami dalam perkawinannya tidak cocok dengan perasaannya dan akibatnya hanya memendam kepahitan," kata Jay. "Tapi, perempuan kita abad ke-21 berani mengambil sikap, menentukan bahwa itu tidak benar, apapun masalahnya--abuse, perselingkuhan, atau tidak diberi nafkah," katanya lagi. "Keberanian itu juga muncul karena intelektualitas," tambahnya.

Bagaimana dengan Rossa sendiri? Dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (19/11), Rossa, yang biasa disapa Oca, mengaku baru tahu bahwa ia disebut oleh Jay sebagai perempuan Indonesia abad ke-21. Namun, kata ibu dari Rizky Langit Ramadhan (3) ini, lepas dari ia diberi sebutan itu, "Menurutku, perempuan Indonesia abad ke-21 harus mampu menjalankan peran ganda, sebagai istri, ibu, dan wanita karier," jawabnya atas pertanyaan Kompas Entertainment. "Perempuan sekarang dituntut jadi superwoman. Sukses di karier, sukses di rumahtangga. Keluarga harus nomor satu, karier juga nomor satu," katanya lagi. (ATI)