Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KLa Pilih Jalur Indie
Kamis, 27 November 2008 | 23:10 WIB
|
Share:
KOMPAS ENTERTAINMENT/ADITYA OKTAVIRMANA

JAKARTA, KAMIS - Setelah menghilang selama tujuh tahun, KLa bakal kembali ke industri musik Tanah Air. Lilo, si anak hilang, kini telah kembali. Bersama dua rekannya, Katon Bagaskara dan Adi Adrian, Lilo bertekad merengkuh kejayaan KLa lagi di tengah band-band gres. Merekapun dengan lantang memilih jalur indie.  

Sebuah mini album berjudul KLa Returns  siap dirilis mereka ke pasar. KLa Returns sekaligus menjadi nama bagi mereka. Mereka  meninggalkan nama-nama lama, KLa Project dan Nu KLa.

Dua lagu baru dibuat, yakni Someday dan Tak Ingin Ku Beralih. Sisanya, dua lagu lama, Yogyakarta dan Semoga, yang dikemas kental dengan warna kekinian.  

Dua lagu terakhir dipilih karena punya keistimewaan sendiri bagi KLa. "Yogyakarta buat kami legendaris, sementara Semoga adalah lagu hit KLa yang belum pernah ada video klipnya," kata Lilo diamini Adi dan Katon, di sela proses latihan di Elfa's Studio, kawasan Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (26/11) malam.  

Ketiganya meyakini, kedua lagu tersebut bisa menjadi jembatan untuk mengajak para KLanese (baca: klanis) bernostalgia. Sementara itu, dua lagu yang baru dirancang mereka untuk menghadirkan warna baru dari kehadiran kembali KLa di jagat musik Indonesia. 

Pada lagu Someday, suntikan energi datang dari rapper asal Inggris Christoper Aguilar (27), yang dijaring Katon lewat fasilitas blog facebook. "Kami memang belum pernah punya album berbahasa Indonesia-Inggris. Kami ingin buktikan bahwa kami masih ikut trend dan confident bahwa kami masih eksis," kata Katon menjelaskan soal kehadiran dua lagu baru itu. 

Bagi ketiganya, mini albumn ini diharapkan bisa menjadi pemantik untuk tetap berkarya di masa mendatang. Ke depan KLa mencoba konsep baru untuk menjual album-album mereka. Seperti dikatakan Adi, KLa memilih jalur Indie. "KLa kembali ke indie. Masih banyak orang yang sering menganggap indie adalah pelarian atau kelas dua. Tapi, bagi kami, ini jalan alternatif. Jalan yang juga bisa dilalui dan kami memilih indie. Kami menemukan kebebasan dalam bermusik," papar Adi. Welcome back KLa... (EH)