


PALEMBANG, RABU — Pengusaha angkutan umum di Palembang keberatan menurunkan tarif meskipun harga premium akan diturunkan lagi menjadi Rp 4.500 per liter mulai besok. Alasannya, naik dan turunnya harga minyak di dunia belum stabil.
Ketua Organda Sumsel Darwin Azhar, Rabu (14/1), mengatakan, saat ini harga BBM turun karena harga minyak dunia turun. Pengusaha angkutan khawatir harga BBM naik lagi jika harga minyak dunia naik.
"Kalau sekarang kami menurunkan tarif angkutan, lalu tiba-tiba harga minyak naik lagi, akan sangat berat bagi kami untuk kembali menaikkan tarif," kata Darwin.
Menurut Darwin, tarif angkutan umum tidak hanya dipengaruhi faktor harga BBM. Faktor harga suku cadang juga berpengaruh. Padahal, saat ini harga suku cadang tidak turun meskipun harga BBM turun.
Mengenai usulan penurunan tarif sebesar 5-10 persen, Darwin mengungkapkan, penurunan itu sangat kecil sehingga tidak banyak berpengaruh pada penumpang.

