Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
WNI di Prancis Dapat Penyuluhan Pemilu Julia Perez...Sudah Pindah Pak...
Kamis, 26 Maret 2009 | 20:38 WIB
|
Share:
IST/KBRI
Suasana penyuluhan Pemilu 2009 para WNI di Prancis.

PEMILU Legislatif 2009 sebentar lagi akan digelar. Para Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri, ramai-ramai mendapatkan penyuluhan. Mereka kaget begitu mengetahui jumlah partai yang menjadi peserta Pemilu 2-009 bertambah banyak. Penulis Citizen Journalism Tribun Kaltim Dini Kusmana Massabuau, melaporkan dari Prancis untuk pembaca Tribun Kaltim.

HARI Sabtu (21/3) pekan lalu, saya menerima undangan dari pihak konsulat Indonesia untuk mengikuti acara penyuluhan Pemilu, khususnya bagi warga negara Indonesia yang bermukin di Montpellier dan sekitarnya.

Acara yang di adakan di kediaman Clara Borjie, salah satu warga indonesia yang telah bermukim lebih dari 20 tahun, berlangsung dari mulai pukul 12 .30 hingga selesai. Sekitar sekitar 20 orang dari 30 orang warga negara Indonesia yang bermukim di Montpellier dan sekitarnya, hadir di acara itu. Dari pihak konsulat sendiri ada sekitar lima orang. Sebelum penyuluhan Pemilu dilakukan, para tamu undangan lebih dulu melakukan santap siang bersama.

Lima tahun yang lalu kebetulan saya sedang berada di Indonesia, dan tahun ini untuk pertama kalinya saya mengikuti penyuluhan seperti ini. Sebelumnya tentu saja sebagai sesama warga kami menanyakan terlebih dahulu bila ada makanan yang dapat kami sumbangkan. Tetapi makan siang yang tersedia ternyata ditanggung oleh pihak konsulat dan dua orang teman kami yang bermukim di Montpellier sebagai juru masaknya. Jujur saja pada awalnya, saya tidak terlalu berniat menyempatkan diri untuk hadir, karena padatnya acara. Namun teman saya mengiming-imingi santapan ala Indonesia. Hal itulah yang menyebabkan saya akhirnya tertarik untuk hadir.

Ternyata bukan hanya saya saja yang datang karena tergiur oleh harumnya masakan kampung halaman. Menu masakan yang menyengat dan warnanya yang menarik sudah mengundang isi perut kami begitu sampai di tempat. Telur balado, sambal goreng hati, tahu cabe dan ketupat langsung memenuhi isi piring kami masing-masing. Ketan wajik yang gurih disajikan sebagai makanan penutup.
                                                         ***
UNTUNGNYA saya datang ke acara tersebut. Mengapa? Ternyata ada sejumlah perubahan dalam pemilu 2009 kali ini. Mulai dari cara pemungutan suara, hingga jumlah partai peserta Pemilu yang begitu banyak dan jauh berbeda dengan lima tahun lalu. Ketika pihak konsulat menerangkan jumlah partai yang ikut dalam Pemilu, kami semua kompak berseru "Wahhh….." Semuanya terkaget-kaget karena jumlahnya teramat banyak.

Dulu kami yang berada yang di luar negeri saja sudah cukup kesulitan memilih partai yang begitu banyak,  kini jumlahnya malah menjadi 44 partai. Jujur saja dari ke 44 partai itu, sebagian besar tidak kami kenal sama sekali. Hal itulah yang membuat kami yang hadir kebingungan.

Lebih seru lagi ketika pihak penyuluh memberitahukan kepada kami bagaimana cara pemungutan suaranya. Kalau dulu dinyatakan sah kalau dibolongin alias sistim coblos, sekarang bisa dengan berbagai cara (contreng). Sistim yang cukup membingungkan ini menjadi perdebatan para WNI. Mengapa? Sistemnya terlalu mudah dan gampang dicurangi. Belum lagi ketika amplop yang ditunjukan kepada kami yang memilih lewat pos, membuat kami tambah bingung.

Karena ada dua amplop dengan satu surat yang harus kami kirimkan, namun surat tidak boleh dimasukan ke dalam amplop yang akan dimasukan ke dalam kotak suara. Suara kami yang berada di luar negeri otomatis akan masuk ke wilayah Jakarta 2. Boleh dibilang hampir seluruhnya warga Indonesia yang bermukim di Montpellier dan sekitarnya akan memilih lewat pos, selain dikarenakan bertepatan dengan hari kerja juga pemilihan langsung yang berada di konsulat indonesia di kota Marseille cukup terbilang jauh dari kota kami. Nah kami yang berada di kawasan Prancis selatan, biasanya data itu  masuk ke pihak konsulat Indonesia.
                                                  ***
TERNYATA ada beberapa orang yang datang di acara tersebut yang tidak mendapat undangan dari pihak konsulat. Dan sangat disayangkan karena keterlambatan itu mereka tidak bisa lagi memberikan suaranya untuk para calon legislatif. Dan WNI yang tidak mendapatkan formulir untuk pendaftaran Pemilu, sebagian besar terjadi karena mereka pindah rumah, lupa  memberitahukan alamat rumah barunya ke pihak konsulat. Dengan hadirnya WNI lainnya saat penyuluhan, mereka menjadi tahu jika mereka masih berhak untuk ikut serta dalam Pemilihan Presiden mendatang.

Ada hal yang lucu dan menarik saat pihak konsulat menanyakan kepada kami mengenai warga Indonesia yang tidak menjawab formulir yang telah dikirimkan pihak PPLN. Nama yang terdaftar dikonsulat sering berubah dengan nama panggilan sehari-hari. Contohnya ketika nama Yulia Rahmawati disebutkan, kami sempat kebingungan.

Namun saya dan seorang teman rasanya kenal dengan nama itu. Hanya saja tidak terlalu ngeh.... Sampai akhirnya salah satu teman kami nyeletuk, "Ohhh Jupe... ! Julia Perez…sudah pindah Pak… Sudah jadi bintang film di Indonesia…. " teriak teman-teman. Sontak saja kami tertawa karena memang teman kami dulu ini sudah tak lagi bermukim di daerah kami.

Hal lucu lainnya adalah ketika kami membaca misi dari setiap partai. Ada saja salah satu dari
teman kami yang melawak dan mempelesetinya. Begitulah setiap kali diadakan acara kumpul-kumpul bagi kami warga Indonesia yang merantau di luar negeri. Selalu saja ada senda gurau mengiringinya.

Hal positif yang saya lihat dengan adanya penyuluhan ini, walau kami kebingungan namun sebagain besar yang datang kelihatannya mulai optimistis untuk mencari tahu partai dan nama wakil rakyat yang akan mereka pilih nantinya. (*)