

JAKARTA, KOMPAS.com - Layaknya Barrack Obama saat kampanye menuju kursi kepresidenan Amerika Serikat, memilih Facebook sebagai senjata ampuh untuk menarik dukungan. Begitu pula Joe Sandy yang tak mau ketinggalan memanfaatkan jejaring pertemanan itu untuk mengantarnya menjadi The Master.
Tak melulu menunggu hasil raihan suara hasil polling dari pesan singkat (sms) pemirsa, Joe yang berhasil dinobatkan menjadi The Master, Jumat, (8/5), malam, menyadari jika upaya mencari dukungan melalui Facebook jauh-jauh hari ternyata manjur mendongkrak raihan suaranya menjadi 53,03 persen. Sedangkan Fakir Magician, Limbad menempel dengan 46,92 persen suara.
"Jelas keberuntungan," kata Joe. "Enggak bisa dipungkiri, seandainya dalam waktu tiga menit ini pendukung saya menggunakan provider yang berbeda dan providernya error, maka bisa saja dong saya kehilangan 30 persen suara," jelas Joe sang Master of Number.
Joe cukup sadar diri dengan kekuatan lawannya, untuk itu di luar polling sms, situs jejaring pertemanan pun jadi andalannya. "Jadi Facebook itu sarana yang benar-benar ajaib. Belum kenal saja mereka sudah saling memperhatikan. Itu pengaruh media elektronik yang luar biasa sekali," ungkap pria berkacamata itu.
"Bayangkan, kita tidak mengenal secara pribadi tapi mereka rela merogoh kocek untuk saya yang tidak mereka kenal," tambahnya.
Pada malam yang sama, secara jantan Joe mengakui kehebatan Limbad saingannya, "Mr. Limbad begitu powerfull saya sudah kalah kalo urusan itu. Wajar saya drop, tapi bukan masalah dikalahkan dan mengalahkan, ini masalah polling saja dari sms," imbuh Joe. (C7-09)

