JAKARTA, KOMPAS.COM - Bintang film dan sutradara independen Lola Amaria mengaku kecewa saat mendengar dikeluarkannya fatwa haram terhadap situs jejaring pertemanan facebook. Alasannya sederhana: apapun itu, semuanya bergantung kepada pengguna.
"Bukan facebook-nya, tapi orangnya. Kenapa HP enggak dilarang? Padahal, menurut saya HP lebih haram karena banyak perselingkuhan lewat HP," sindirnya saat ditemui Kompas.com usai diskusi di Jakarta, Kamis kemarin (28/5).
Baginya, facebook tak lebih sebagai salah satu sarana menjalin komunikasi di tengah keranjingan pengguna internet saat ini. Diakui Lola, saban hari ia tak bisa melepaskan ketergantungannya pada dunia maya. "Saya browsing untuk keperluan kerja, nulis di blog, chatting sama asisten, buka email, balas email, browsing, dan banyak keperluan lain," katanya
Untuk berselancar di dunia maya, Wanita kelahiran Jakarta, 30 Juli 1977 tersebut mengaku lebih sering menggunakan perangkat handphone ketimbang notebook."Saya buka facebook dari blackberry. Pake notebook paling seminggu tiga kali. Tapi, tetap lebih senang browsing dari notebook karena layarnya lebih besar," ucapnya.
Banyak hal positif yang ia dapat lewat dunia maya, salah satunya mempermudah segala promosi filmnya kepada publik. "Semua teman jadi tau saya lagi bikin apa? tentang apa?," katanya.
Namun, adanya internet tidak selamanya berbuah manis. Ia mengaku pernah mendapatkan pengalaman pahit dengan munculnya akun friendster dan e-mail atas namanya, tanpa sepengetahuan dirinya. "Saya tahu dari temen. Di situ ada foto dan identitas saya. Dan, parahnya, mereka chatting yang menjurus negatif," ucapnya kesal.
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Lola sangat selektif untuk menerima permintaan pertemanan, termasuk di facebook. "Saya takut fotonya diambil terus diedit," pungkasnya. (EH)
