


JAKARTA, KOMPAS.com -- Memerankan karakter Zaenab dalam film Si Doel Anak Sekolahan selama 12 tahun, membuat Maudy Koesnaedy sulit melepas karakter yang membesarkan namanya itu.
Maudy, yang kini membentangkan sayap ke layar lebar, tak bisa menampik jika hingga kini karakter Zaenab telah mengakar kuat pada dirinya. "Syuting Si Doel itu dari tahun 1994 sampai terakhir kemarin 2006, ya jelas susah banget ngelepasnya, sudah lekat banget," jelas Maudy saat ditemui di sela film preview terbarunya Garuda di Dadaku, di Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (1/6).
Karena terlalu lekatnya karakter Zaenab dalam diri Maudy, tak jarang dia secara tak sengaja kembali menghidupkan karakter Zaenab, saat syuting film layar lebar pertamanya itu berlangsung.
Diakui Maudy, selama syuting ada satu adegan dalam Garuda di Dadaku yang sulit baginya untuk dilakukan, di mana dia harus ketemu Ramzi yang berperan sebagai Pak Duloh orang Betawi tulen.
"Begitu dia ngomong Betawi, gue keluar Zaenab-nya deh, sebel banget," ungkap Maudy. "Tunggu-tunggu enggak enak banget sih kok keluar Zaenab-nya, ulang-ulang, rasanya tinggal dipencet tombolnya langsung jadi Zaenab" sambung Maudy menceritakan soal adegan itu.
Alhasil, Zaenab harus mengulang adegan tersebut hingga empat kali. Dengan harapan, bisa mendapatkan hasil yang memuaskan. "Makanya pas harus adegan ketemu lagi sama Ramzi saya enggak mau dekat-dekat dan ngobrol lagi sama dia, kalau enggak nanti Zaenab-nya keluar lagi," jelas ibu satu anak itu.
Kebiasaan Maudy itu bahkan sempat membuatnya sedikit cemas jika pada akhirnya muncul citra jika Maudy adalah Zaenab, sehingga masyarakat pun tak bisa memisahkan antara perannya itu dengan dirinya.
Untuk itu, Maudy akhirnya memutuskan memilih program tayangan secara selektif untuk mengikis kesan tersebut secara perlahan. "Karena orang sulit membedakan yang mana Maudy dan yang mana Zaenab, akhirnya saya harus memilih program yang repetisi kemunculannya lebih sering," papar isteri Erik Meijer itu.
"Makanya saya memilih program acara yang show secara langsung, yang tayang setiap Sabtu malam, supaya mereka bisa membedakan antara Maudy dan Zaenab," tekannya.
Namun, Maudy mengambil nilai positif dari hal tersebut karena baginya ini merupakan keberhasilannya menghidupkan karakter Zaenab. "Tak perlu diragukan lagi, ini tandanya karakter Zaenab itu hidup dan animo masyarakat juga bagus saat film Si Doel ditayangkan lagi," imbuh Maudy. (C7-09)
