Kamis, 11 Juni 2009 | 16:59 WIB
"Termehek-Mehek" Bohongi Penonton

BATAM, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Fetty Fajriati Misbach mengatakan, program televisi Termehek-mehek (Trans TV) membohongi penonton karena tidak seluruh tayangan berdasarkan realitas.
   
"Mereka bilang itu reality show, padahal bukan. Itu membohongi masyarakat," kata dia seusai sosialisasi hasil pemantauan KPI di Batam, Kamis (11/6).
   
Menurut dia, tayangan Termehek-mehek tidak sepenuhnya kisah nyata karena telah dibumbui skenario yang didramatisir. Jadi, sudah seharusnya, tim program Termehek-mehek jujur dengan menyebut Termehek-mehek sebagai drama reality, bukan reality show. Demikian dijelaskannya.
   
"Selain itu, pemberitahuan di akhir acara yang kira-kira berbunyi, 'Tayangan ini telah mendapatkan persetujuan semua pihak yang terlibat,' juga bukti pembohongan," kata Fetty. "Dengan tulisan itu, seolah-olah ini tayangan nyata," kata dia.
   
Di tempat yang sama, Panca, perwakilan Trans Coorporation mengakui, Termehek-mehek tidak murni kisah nyata, melainkan drama reality. "Dari awal, kita maunya drama reality, tetapi AC Nielsen tidak memiliki genre itu," kata dia. 
   
Sementara itu, Wakil Ketua KPI Daerah Kepulauan Riau Aulia Indriaty mengatakan perbedaan antara reality show dan drama reality pada fakta. "Reality show masuk dalam tayangan non-fiksi, sedangkan drama reality masuk pada fiksi," kata dia.
   
Pada drama reality, kata dia, sebuah kenyataan bisa didramatisasi sehingga menghibur. Adapun tayangan non-fiksi harus murni kenyataan, tanpa rekayasa. "Reality show tanpa skenario, drama reality dijalankan sesuai naskah," kata dia. (ANT/EH)

118
A A A
Ada 4 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
jony walker @ Selasa, 9 Februari 2010 | 12:17 WIB
membohong adalah ndeso
khe @ Senin, 11 Februari 2008 | 13:46 WIB
Dgn kejadian ini kita jd malu terhdp bgsa2 lain...harusnya kita hidup dlm damai,..tapi klo kyk gini..??? APA KATA DUNIA......??????Tegakkan keadilan.
MICAHANNA @ Sabtu, 2 Februari 2008 | 19:04 WIB
KEJADIAN INI SELALU BERULANG DI NEGERI INI, SEBAGAI BUKTI BAHWA YANG TNI DAN POLRI SEBAGAI SALAH SATU AKAR KEKACAUAN DI REPUBLIK INI. TIDAK PERNAH BENAR BENAR PROFESIONAL DAN HARUS DIROMBAK TOTAL.
andy @ Sabtu, 2 Februari 2008 | 15:57 WIB
Hukum mati oknum TNI yang menjadi pemicu dan pelaku kerusuhan penyerangan di mapolres malteng. Jangan pandang bulu dalam menegakkan hukum.Biar jadi contoh. Supaya kedepan gak da lagi oknum militer/ polisi yang bertingkah seenak udelnya sendiri.Kasihan masyarakat. selalu jadi korban pertikaian....!
Nama
Email
Komentar
Security Code
Sheila Marcia akan segera melahirkan anak pertamanya, tapi hingga kini ayah si jabang bayi masih misterius. Menurut Anda apakah Sheila akan mengumumkannya?
Ya

Tidak

KOMPAS ENTERTAINMENT
© 2008 - 2010 KOMPAS.com - All rights reserved mp-ws-03