Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Dua Dunia: Keliaran Sol Project
Sabtu, 13 Juni 2009 | 11:06 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Apa jadinya jika lagu Poco-poco, yang up-beat, disuguhkan begitu mendayu-dayu dengan tempo lambat? Penasaran? Simak saja album kedua Sol Project, Dua Dunia, yang baru saja dirilis.

Dijamin, anda akan menemukan sebuah harmonisasi dan pencapaian eksplorasi yang liar dan segar. Ya, di tangan aranjer dan komposer Rudy Octave, lagu asal Ambon, Maluku, itu menjadi sesuatu yang sangat berbeda, tanpa kehilangan ruhnya sebagai musik bernuansa riang.

Nuansa tersebut dihadirkan oleh Rudy dengan menyisipkan sejumlah instrumen tradisional dalam negeri, seperti kendang, gamelan Bali hingga arumba yang mengiringi alunan suara mendayu-dayu Cecilia Ventura. Tak berhenti di situ, warna berbeda juga dihadirkan lewat lirik dalam dua bahasa, Indonesia dan Spanyol.

Sol Project, yang berarti proyek matahari (sol diambil dari bahasa Spanyol, yang berarti matahari), memang mengawinkan unsur-unsur musik Indonesia dengan unsur-unsur musik Latin. Dalam formasi personel grup tersebut pun ada pemusik dan penyanyi berkebangsaan Kolumbia, Kaiser Forez dan Wilson Novoa. 

Untuk album kedua, Rudy, pianis yang juga aranjer dan pengarah musik, mengeksplorasi berbagai alat musik tradisional Tanah Air, seperti suling dan tagading dari Batak, untuk dikombinasinya dengan unsur-unsur musik dari sub-benua Amerika Selatan, sebut saja alat musik terompet serta musik salsa dan balermo. Tak heran, lagu-lagu dalam album kedua jauh lebih kaya ketimbang lagu-lagu dalam album pertama, Indonesia... La Nueva Inspiracion (Inspirasi Baru dari Indonesia), yang minimalis.

Dikatakan oleh Rudy, sebelum memadukan unsur-unsur musik Tanah Air dan Latin itu dibutuhkan riset selama kira-kira satu tahun. Ia memasukkan setidaknya 42 unsur musik Indonesia-Latin Kolumbia.

Lagu-lagu Indonesia yang diaransemen ulang untuk album kedua, seperti juga untuk album pertama, merupakan lagu-lagu Indonesia yang pernah atau masih populer. Contohnya, Begini Begitu karya almarhun seniman Betawi Benyamin Sueb, Rocker Juga Manusia (band Seurieus), Rek Ayo Rek (Is Haryanto, yang meninggal dunia pada 26 Mei lalu), Walang Kekek, Ku Tak Bisa (Slank), dan Sedang Ingin Bercinta, ciptaan Ahmad Dhani. Itu merupakan siasat mereka untuk bisa diterima oleh pasar. Tapi, di samping itu, ada lagu mereka sendiri--I Believe. (Eko Hendrawan Sofyan)