Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
HUT Jakarta Dirayakan dengan Band Bandung
Senin, 22 Juni 2009 | 14:45 WIB
|
Share:
KOMPAS ENTERTAINMENT/IRFAN MAULLANA
The Changcuters

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak sekadar makanan tradisional kerak telor dan diskon besar-besaran yang mampu menyedot perhatian publik untuk menyambangi Jakarta Fair Kemayoran 2009 (JFK 2009), Mingggu (21/6). Aksi panggung ST12 dan The Changcuters pun menjadi daya tarik yang kuat.

Dalam rangka malam menjelang ulang tahun ke-482 Jakarta, panggung utama JFK 2009 menampilkan dua band Bandung yang sedag laris-manis, ST12 dan The Changcuters. Mulai pukul 21.00 WIB, ST12, yang dijadwal tampil lebih dulu, menghibur para pengunjung yang berjumlah ribuan. Belum lagi menyanyi, baru menyapa saja, Charly, vokalis ST12, sudah membuat mereka serta merta menjerit.

Sebagai lagu pembuka, Saat Kau Jauh dan Putri Iklan disajikan oleh grup yang terdiri dari Muhammad Charly van Houten, Dedy Sudrajat atau Pepeng (gitar), dan Ilham Febry atau Pepep (drum) itu. Para penonton pun turut bernyanyi dan bergoyang. "Alhamdulillah ST12 bisa bertemu dengan STia (penggemar ST12, Red) di sini dan bisa manggung bersama band senior (Changcuters). Semoga ini semua tidak berubah seperti lagu ini," seru Charlie mengawali lagu ketiga yang dibawakan ST12, yaitu Jangan Pernah Berubah.

Setelahnya, berturut-turut ST12 meluncurkan Saat Terakhir, Cari Pacar Lagi, dan Rasa yang Tertinggal. Mereka menutup penampilan mereka dengan superhit P.U.S.P.A. "Hidup Metal (Melayu Total), hidup Melayu, karena Melayu adalah milik bangsa kita," seru Charlie seraya berpamitan kepada para penggemar ST12.

Belum lagi ST12 turun, para penonton terkesan sudah tidak sabar menanti band fenomenal The Changcuters untuk naik ke panggung. "Changcuters... Changcuters," seru para penyuka grup tersebut alias Changcut Rangers dan penonton lainnya sambil membentangkan poster-poster Changcuters.

Tak lama kemudian, Tria Ramadhani (Tria/ vokal), Muhammad Iqbal (Qibil/ gitar), Arlanda Ghazali Langitan (Alda/ gitar), Dipa Nandastra Hasibuan (Dipa/ bas), dan Erick Nindioastomo (Erick/ drum) menghentak para pengunjung, yang semakin banyak dan kian memadati area sekitar panggung utama. Adrenalin mereka semakin terpacu ketika The Changcuters menebar hit Racun sebagai lagu pembuka.

Tak sedikit penonton, yang tampak terengah-engah, oleh para petugas terpaksa ditarik keluar dari himpitan para pengunjung lain ketika The Changcuters secara maraton membawakan Bebek Beringas, Sang Penakluk, Rindu Ortu, dan hit Hijrah ke London. "Sudah, jangan rusuh," seru Tria mencoba menenangkan para penonton.

Meskipun malam kian larut, semangat para penonton belum juga padam. The Changcuters pun masih memiliki Suka-suka, Indehoy, I Love You Bibeh, dan Gila-gilaan. Pertunjukan mereka akhiri dengan hit terkini mereka, Main Serong. (C7-09)