Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Totok Tewel: Yang Gila, Pink Floyd
Rabu, 24 Juni 2009 | 17:44 WIB
|
Share:
KOMPAS ENTERTAiNMENT/ATI KAMIL
Elpamas dalam pertunjukan musik The Dark Side of the Wall di Jakarta, 23 Juni 2009.

JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun sama-sama berada di Jakarta, selama kira-kira dua tahun belakangan para personel Elpamas relatif bergerak sendiri-sendiri, karena hampir tak ada kegiatan bermusik yang menyatukan mereka sebagai sebuah band rock. Jalan keluarnya, mereka menerima job memainkan karya band legendaris dunia dalam pementasan musik bertema tribute to.         

Selasa (23/6) malam di Kama Sutra Pub and Resto Jakarta. contohnya, Elpamas tampil dalam The Dark Side of the Wall, pertunjukan musik yang menghadirkan lagu-lagu dari album The Dark Side of the Moon (1973), album Wish You were Here (1975),  dan album The Wall (1979) milik Pink Floyd, salah satu grup yang mendunia dan melegenda dari Inggris. Acara tersebut diadakan oleh i-Rock dan didukung oleh, antara lain, Kompas.com. "Dua bulan lalu kami bertemu dengan Pak Setyawan dari i-Rock. Dia nawarin, bisa enggak bawain lagu-lagu Pink Floyd, terutama dari album The Wall. Kami terima tawaran itu, karena kami kenal lagu-lagu Pink Floyd dari album itu," cerita Totok, yang pertama kali mendengarkan lagu-lagu dari album The Wall ketika masih siswa SMA di Malang.

Dalam pementasan tersebut, Elpamas naik ke atas pentas dengan formasi Totok Tewel (gitar), Didik Priyadi (vokal dan gitar), Baruna (vokal), Edi Darome (keyboard), Andi (Bas), dan Ras Tato (drum). Mereka dibantu oleh seorang pemain saksofon dan tiga perempuan penyanyi latar.

Pertunjukan dibuka dengan Shine on You Crazy Diamond dari album Wish You were Here. Kemudian, mengalirlah, sebut saja, Wish You were Here (dari album yang sama) serta Money dan Us and Them (dari The Dark Side of the Moon). Tampak hampir semua dari kira-kira seratusan penonton malam itu ikut bernyanyi serta memberi tepuk tangan dan teriakan sebagai tanda sambutan hangat bagi Elpamas. Setelah itu, Elpamas menghanyutkan para penonton dengan lagu-lagu dari album The Wall--antara lain, Another Brick in the Wall, Mother, Goodbye Blue Sky, Hey You, Nobody Home, Vera, dan Comfortably Numb.     

Aku Totok, ia dan teman-temannya cuma berusaha memiripkan suguhan mereka dengan sajian asli dari Pink Floyd. "Saya cuma ngedengerin musik Pink Floyd. Cuma meniru, coba mendekati sound dan permainan mereka. Enggak mungkin sama lah. Saya sih biasa saja. Yang 'gila' Pink Floyd," katanya lalu tertawa.

Menyiapkan pertunjukan tersebut, beberapa hari Elpamas berusaha menemukan sound effect yang mendekati sound effect yang digunakan oleh Pink Floyd. "Kesulitan saya sebagai gitaris, sound effect Pink Floyd berubah-ubah. Untung sekarang zaman digital, jadi sound effect yang mendekati yang dipakai Pink Floyd bisa didapat secara digital," katanya lagi.

Sesudah itu, baru mereka berlatih memainkan semua lagu yang mereka panggungkan. "Latihan cuma tiga kali," imbuhnya.

Lepas dari pertunjukan musik The Dark Side of the Wall, terang Totok, Elpamas akan masuk studio rekaman lagi untuk memperbaiki tiga dari enam lagu sendiri yang sudah mereka rekam. "Kami belum tahu, buat RBT (ring back tone) atau buat album," ucap Totok, yang--seingatnya--bersama teman-teman Elpamas-nya mengeluarkan album terakhir, Delman, kira-kira tiga-empat tahun lalu. "Mau rilis album lagi, susah juga. Dulu kan, musik di pasar lebih beragam. Sekarang, semua sama. Kalau enggak ngikutin, enggak dibeli. Kalau disuruh ngikutin, ya enggak mau," ucapnya, lalu tertawa lagi. (ATI)