

TRANSFORMERS REVENGE OF THE FALLEN
SUTRADARA: Michael Bay, GENRE: Action, Adventure, Sci-Fi, PEMAIN: Megan Fox, Shia LaBeouf, Isabel Lucas, Hugo Weaving, Josh Duhamel, John Turturro, America Olivo, Peter Cullen
Fantastis! Karya terbaru sutradara Michael Bay ini, berhasil memenuhi menu yang lengkap sebagai sebuah tontonan: Menghibur dan juga memberikan pencerahan. Ya, betapa sebuah keliaran imajinasi tengah dirayakan. So, cukup duduk manis, dan nikmati sajian kedahsyatan teknologi dan visual effect yang menawan.
Selama 147 menit, penonton benar-benar disuguhi adegan yang memukau. Dari awal hingga akhir, tanpa jeda.
Transformers Revenge of the Fallen, dibuka dengan aksi pertempuran para autobots yang dipimpin Optimus Prime (suaranya diisi Peter Cullen) dengan Decepticon, robot-robot jahat, di kawasan Shanghai, Cina. Dari sini saja, penonton langsung disuguhi adegan yang begitu memikat: Aksi pertempuran para robot hingga proses transformasi dari sebuah kendaraan menjadi robot-robot tangguh.
Syahdan, dalam kurun waktu dua tahun terakhir serangan para Decepticon terasa begitu gencar. Mereka mulai menyebarkan kecemasan di mana-mana, tak terkecuali kawasan Cina. Dibantu serdadu Amerika, para autobots berjibaku menumpas aksi mereka.
Aksi mereka makin menjadi, terlebih karena adanya titah dari pimpinan mereka, The Fallen, yang berambisi menemukan sebuah benda di bumi, yang diyakini mampu menggiring mereka menemukan energon, sebuah kekuatan maha dahsyat yang bisa melanggengkan ras mereka.
Sial, alasan itu tak terbaca oleh pihak petinggi AS. Padahal Optimus Prime telah memperingatkan bahwa tetua Decepticon, The Fallen, akan turun ke bumi dan menghancurkan bumi. Serangan-serangan Decepticon, dianggap kalangan pemerintah, tak lebih dari perseteruan abadi mereka dengan Autobots. Inilah yang membuat pihak pemerintah AS bertekad memulangkan para Autobots ke luar bumi.
Kisah kemudian bergulir pada sosok Sam Witwicky, yang kembali diperankan gemilang aktor Shia LaBeouf. Ia menemukan keganjilan pada dirinya setelah menemukan potongan Allspark yang terselip di jaket miliknya. Usai menyentuh Allspark, beragam simbol tiba-tiba menyeruak memenuhi isi kepalanya. Sam juga memiliki kemampuan menyerap tumpukan bacaan hanya persekian detik saja.
Benda inilah yang sebenarnya menjadi incaran The Fallen untuk memuluskan niatnya menemukan sumber kekuatan yang akan melanggengkan kekuasan mereka.
Plot cerita yang padat dan sajian visualisasi yang disuguhkan membawa penonton pada petualangan yang luar biasa. Michael Bay, sang sutradara, berhasil memberikan kepuasan lebih ketimbang film pendahulunya. Tak sekedar menyuguhkan aksi-aksi robot yang keren abis, tapi juga berhasil menyelipkan adegan-adegan konyol yang membuat penonton tertawa geli.
Yap, Bay tak hanya sekedar memunculkan robot-robot dengan karakter yang tangguh dan gagah berani, tapi juga karakter-karakter konyol layaknya manusia. Lihat saja, bagaimana bisa sebuah robot semacam Bumblebee, bisa nangis bombay hingga air matanya tumpah tak terbendung. Atau robot yang punya hasrat seks layaknya seorang manusia. Konyol memang, tapi menggelikan.
Rasa-rasanya, tak salah bila film Transformes keduanya ini, menjadi karya masterpice seorang Michael Bay. Lewat filmnya ini, penonton bisa melihat bahwa keliaran imajinasi tengah dirayakan olehnya dengan penuh suka cita. (EH)

