

LOS ANGELES, KOMPAS.com — Tabloid terbitan Inggris, The Sun, mengungkap kabar terbaru mengenai kehidupan Raja Pop Michael Jackson. Mengutip berbagai sumber dalam laporannya, Selasa (30/6) waktu setempat, diberitakan kalau mendiang Jacko, begitu ia disapa, membelanjakan 30.000 pound setiap bulan (sekitar Rp 450 juta) untuk menebus resep obat.
Pengacara keluarga Jacko, Brian Oxman, mengatakan bahwa keluarga mendiang berkali-kali menyebut "Oh my God" atas hasil otopsi. "Mereka sudah menduga obat-obatan akan membahayakan Michael—tapi tidak sampai seburuk ini," kata Oxman.
Menurut pengacara tersebut, obat-obatan adalah masalah besar untuk Jackson. "Saat dia menghadapi pengadilan (atas tuduhan pencabulan anak-anak) dia bisa minum 40 Vicodin setiap hari—dan bisa saja dosisnya terus naik."
Sebagian resep obat itu diduga ditulis oleh dermatologis langganan Michael Jackson, Dr Arnold Klein, di Berverly Hills dan dibeli di apotek Mickey Fine Pharmacy.
Sebagian besar resep tersebut dibeli dengan nama samaran Omar Adams. The Sun menulis bahwa bintang pop berusia 50 tahun itu biasa membeli obat penghilang rasa nyeri Vicodin serta obat antitegang otot Soma dan obat tidur Xanax.
Dia juga mengonsumsi antidepresan Zoloft serta obat lain, seperti Paxil dan Priolosec. Kebanyakan ditulis bukan untuk Jackson, tetapi untuk orang-orang dekatnya ataupun pengasuh-pengasuhnya, serta paling banyak atas nama Omar Adams—beberapa sumber menyebut nama itu adalah alter ego dari Jackson.
Tahun 2001, apotek Mickey Fine Pharmacy menggugat Michael Jackson yang menunggak lebih dari 7.000 pound dan saat itu pula sang bintang punya tunggakan sekitar 18.000 pound kepada Dr Klein. Setahun kemudian, seorang dokter ahli penyakit lupus, Dr Allen Metzger, mengaku, Jackson menunggak 16.000 pound.
Sementara itu, Daily Mail melaporkan bahwa polisi saat ini menyelidiki cara Michael Jackson mendapatkan obat-obatan yang menyebabkan kematiannya.
Penyelidikan difokuskan pada seorang pengawal yang ada di rumah sewaan saat Jackson tidak sadarkan diri di tempat itu. Pengawal berusia 20-an tahun itu adalah satu dari 15 orang yang tinggal di rumah sewaan tersebut.
Jika obat-obatan yang dimiliki Jackson didapat dari orang lain maka hal itu menjadi suatu kasus pidana. (ANT/EH)

