


JAKARTA, KOMPAS.com — Cukup ditambah kumis dan kacamata saja, penyanyi jebolan Indonesian Idol, Ikhsan, lulus casting film JK yang disutradarai Hanung Bramantyo.
"Kami coba kasih kumis dan kacamata, ok that's Bapak," cerita Hanung tentang alasan terpilihnya Ikhsan sebagai pemeran Jusuf Kalla (JK), ketika ditemui dalam acara pemutaran film tersebut untuk media di XXI Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa (30/6).
Dijelaskan oleh Hanung, Ikhsan mengikuti casting melalui proses penunjukan. "Ada dua jenis proses casting. Pertama, yang sifatnya penunjukan, karena kami sudah melihat karakternya. Lalu, yang kedua, itu dilakukan dengan mengundang beberapa artis untuk di-casting," paparnya. "Untuk Ikhsan, kami sudah melihat dari foto Bapak (Jusuf Kalla) waktu umur 6-24 tahun, ada yang bilang, 'Sudah, Ikhsan saja yang perankan'," lanjutnya.
Tak hanya Hanung yang menilai Ikhsan mirip dengan JK ketika berusia 16 tahun. Keluarga besar calon presiden tersebut pun berpendapat sama. "Ikhsan juga ngobrol-ngobrol sama keluarga Bapak JK. Kata mereka, Ikhsan mirip sama JK," aku Ikhsan.
Sementara itu, memerankan karakter JK bagi Ikhsan merupakan tantangan. Pasalnya, pertama kali itulah ia berperan sebagai tokoh nyata. "Di sini (film JK) ada tantangannya, karena orangnya masih ada," katanya. "Beda dengan sinetron, kita harus berimajinasi buat menjadi karakter seseorang. Jadi, sulit sekali. Tapi, ini kepuasan buat Ikhsan," sambungnya. Belum lagi, "Ternyata harus (berbicara dengan) logat Makassar. Jadi, Iksan harus sampai tiga kali reading dulu, biar bisa logat Makassar. Ikhsan pengin total banget menjadi Bapak," katanya lagi.
Untuk memenuhi tuntutan itu, Ikhsan mencari data baik dari internet, foto, maupun berdiskusi langsung dengan keluarga JK. "Dia (Ikhsan) cukup berbakat memerankan seseorang. Ikhsan cuma melihat dari foto saja, lalu diterjemahkannya bagaimana karakter Bapak yang keras, tapi riang," ungkap Hanung. "Ikhsan juga lihat dari internet bagaimana pembawaan, cara bicara, gaya bicara JK yang saat ini," timpal Ikhsan.
Film JK, yang meretas perjalanan hidup orang nomor dua di republik ini saat ini, sarat dengan pesan moral. Kisah keteladanan dan kepemimpinan seorang JK tersebut disajikan dalam durasi pendek, enam menit saja. Film itu sudah diputar di gedung-gedung bioskop 21 sebagai film pembuka sebelum film utama dipertontonkan.
Tak hanya itu, dijadwalkan, film JK akan ditayangkan di tiga stasiun televisi nasional—RCTI (Rabu, 1 Juli, pukul 19.00 WIB), Indosiar (Jumat, 3 Juli, pukul 20.00 WIB), dan Metro TV (Sabtu, 4 Juli, pukul 19.45 WIB). (C7-09)

