


JAKARTA, KOMPAS.com - Jamrud, grup rok asal Cimahi, meminta Jammers--penggemar fanatiknya--untuk tidak lagi melihat ke belakang. Menurut Azis, motor penggerak Jamrud, masa Krisyanto (mantan vokalis Jamrud) sudah berlalu.
"Sekarang Jamrud hadir dengan semangat dan energi baru, juga warna baru," ujar Aziz ketika ditemui menjelang manggung di Pekan Raya Jakarta (PRJ), Rabu (1/7) malam.
Selepas hengkangnya sang vokalis, Krisyanto, dan penggebuk drumnya, Herman, November 2008, Jamrud memang sempat kehilangan ciri khasnya. Ya, bagi Jammers, Krisyanto merupakan trademark dari band itu. Jadi, agak sulit melepas nama Krisyanto dari Jamrud, begitu juga sebaliknya.
Kekuatan itu disadari betul baik oleh Azis maupun Loz Zhelebour, Produser Eksekutif Logiss Records. Betapa Krisyanto masih membayang-bayangi Jamrud.
Untuk melepaskan bayang-bayang itu, Azis mengaku, Jamrud dengan personel baru tengah berancang-ancang merilis album Best of the Best. "Album ini memuat 18 lagu terbaik Jamrud. Di setiap album Jamrud, kami ambil dua-tiga lagu terbaik. Semua diaransemen baru. Rata-rata lebih kenceng dari (album) kemarin," ungkapnya.
Lagu-lagu hit Jamrud, seperti Ningrat, Pelangi di Matamu, Surti Tejo, Terima Kasih, dan Putri akan dihadirkan. "Sembilan puluh persen aransemen ulang," kata Azis.
Namun, untuk lagu-lagu tertentu, seperti Ningrat, lanjut Azis, penekanannya lebih pada usaha memberi sentuhan vokal. "Sebab, tidak menjamin lagu-lagu yang menjadi masterpiece diaransemen ulang akan tambah bagus," katanya lagi.
Album Best of the Best, yang dijadwalkan akan dirilis setelah Lebaran nanti, ujar Azis, merupakan album pemanasan untuk membiasakan para Jammers agar bisa melihat Jamrud yang baru. "Ini untuk membiasakan Jamrud yang lama biar tak melihat lagi ke belakang, tapi melihat Jamrud yang baru," timpal Log. "Dengan album ini kami ingin menggiring mereka ke tahun sekarang. Ke depan, kami ingin kembali kepada Jamrud di awal-awal dulu. Kami mau angkat lagi lagu-lagu yang kencang," tambah Azis. (EH)

