


JAKARTA, KOMPAS.com -- Jika disuruh memilih film macam apa yang nyaman dibintanginya, Fathir Muchtar mengaku lebih sreg tampil dalam sebuah film laga ketimbang drama. "Jujur gue lebih suka main di film action. Kalau main di drama, gue akan mikir tiga kali lipat," ujar Fathir saat ditemui di acara syukuran film Serigala Terakhir di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (7/1).
Menurut suami model dan bintang film Fera Feriska itu, tampil dalam sebuah film aksi bisa membuat rasa percaya dirinya tumbuh. "Hati gue ke sana. Menurut gue suatu pekerjaan harus menggunakan hati, tanpa hati biasanya enggak enak ngejalaninnya," papar Fathir.
Mood inilah yang hingga kini masih menjadi landasan bagi Fathir untuk menerima sebuah peran. Katanya, ia merasa nyaman kalau peran yang diberikan cocok dengan hatinya. Jika tidak, ia tak segan-segan menampiknya.
Fathir tak terlalu khawatir bila ia dianggap monoton dan terjebak dalam satu genre film saja. Toh, pada saatnya, imej itu akan cair ketika ia merasa mantap untuk menerima tawaran di luar film yang selama ini dimainkannya.
Ia kemudian memberi contoh betapa aktor Barry Prima, yang dikenal sebagai aktor laga, lambat laun berhasil memupus keraguan publik terhadapnya. "Bagaimana Barry Prima bisa main gemilang sebagai seorang banci saat main dalam film Realita, Cinta n Rock Roll. Dan, dia berhasil mengubah imej terhadap dia selama ini," kata pria kelahiran 23 Desember 1979 ini.
Makanya, ia tak khawatir soal citra yang akan terbentuk pada dirinya. Yang ia bisa memuaskan moodnya, meski sejumlah risiko harus dijalaninya tatkala main dalam sebuah film laga. "Gue pernah shooting film action di salah satu tv, yang mengakibatkan jari gue patah. Sampai sekarang gue enggak bisa pakai cincin kawin. Gue sih cuek aja, yang khawatir sih istri gue. Takut-takut gue cidera," tutup Fathir. (C9-09)

