Foto    
KOMPAS ENTERTAINMENT/NOFIYAN SOFIYADI
TERKAIT
Kamis, 2 Juli 2009 | 15:54 WIB
Gugun Gondrong Sudah Siapkan Nama untuk Si Jabang Bayi

JAKARTA, KOMPAS.com -- Kondisi kesehatan Gugun Gondrong, hari ke hari terus memperlihatkan perkembangan yang positif. Bahkan, dikatakan istrinya, Anna Marissa, Gugun sudah sangat tak sabar untuk menanti kelahiran anak pertama mereka, yang berdasarkan hasil USG berjenis kelamin laki-laki.  

"Mas Gugun sempat aku tanya, 'nanti kalau lahir mau dikasih nama siapa?' Dia sempat kasih nama Bambang, Richard, Robert, sampai Andhika. Senang banget Mas Gugun sudah bisa merespon sejauh itu," cerita Anna saat dihubungi Kompas.com melalui ponselnya, di kediamannya di kawasan Mampang, Jakarta, Kamis (2/7) siang.

Anna, yang usia kandungnya memasuki enam bulan, mengaku senang dengan perkembangan kesehatan suaminya itu. Guna merangsang kembali daya ingatnya, ia mengaku tak bosan-bosan mengajak ngobrol Gugun, terlebih soal kehamilannya itu.

Maklumlah, setelah didiagnosa terdapat gumpalan cairan di batang otaknya hingga harus menjalani operasi besar di Singapura akhir tahun lalu, Gugun  masih sering mengalami short memory lose. Gugun, terang Anna, sering  lupa kalau dirinya tengah mengandung anak pertamanya.

"Masa kandungan Anna kan sudah masuk enam bulan, Mas Gugun sih enggak pernah nanya, tapi setiap saat Anna yang suka ingetin Mas Gugun," ujar Anna. "Begitu diingetin, dia responnya tersenyum dan malah senang banget," tambahnya.

Namun, tak melulu Anna mengingatkan kehamilannya itu, sesekali Gugun justru mulai ingat sedikit-sedikit meski akhirnya tetap salah menghitung usia kandungan Anna. "Pernah sih Anna tanya, 'Mas inget enggak aku lagi hamil?' Dia bilang 'ingat sih.' Terus, aku tanya lagi, 'emang aku hamil berapa bulan?' Dia bilang, 'tiga bulan,'" kenang Anna sedikit tertawa. "Enggak sayang, aku sudah mau enam bulan," jelas Anna dengan sabar menjelaskan kepada Gugun.

Di awal-awal mengandung, tak hanya Anna yang harus mengalami masa ngidam. "Dari 1-3 bulan hamil Anna enggak nafsu makan, bawaannya muntah-muntah. Mas Gugun juga ikutan muntah-muntah dan enggak nafsu makan," ujar Anna. "Anna bilang ayang --sapaan sayang Gugun-- kok ga mau makan sih, dia bilang lagi enggak nafsu," sambungnya.

Kondisi tersebut, kata Anna, kadang membuatnya kewalahan. "Lucu juga yah, pas saya mulai mual-mual, Mas Gugun diam-diam juga malah ikutan mual," cerita Anna tertawa kecil. "Tapi begitu masuk kandungan empat bulan kita berdua tuh yang langsung nafsu makan dan naik sampai enam kilo," ujar Anna  menutup perbincangan. (C7-09)

0
A A A
Ada 13 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Toni @ Selasa, 5 Februari 2008 | 15:28 WIB
Nah yang ributin memberi gelar hero kepada Suharto adalah kaum orde baru yang semakin berani tunjukkan diri sejak Suharto gak ada termasuk presiden, wapres, dll. Rezim sekarang adalah jelas-jelas rezim orde baru yang pake topeng reformasi. Reformasi telah gagal total karena tidak ada pemimpin reformis sejati yang ada adalah hero yang ngaku-ngaku reformis untuk dapatkan jabatan tapis etelah dapat ya bye-bye reformasi. Ayo kita bangkit lawan kepalsuan yg ngaku reformis. Kita reformasi baru yuk.
sri wiyatiningsih @ Selasa, 5 Februari 2008 | 14:37 WIB
mbok diurusin ni rakyat, jgn pd ribut mslh gelar hero dlsb....
DJOKO W S PERMONO @ Selasa, 5 Februari 2008 | 14:00 WIB
untuk para elit politik. tolong perhatikan ya. kalau mau menetapkan siapa aja jadi pahlawan yang harus diperhatikan adalah : orang tersebut lengernya bukan karena dilengserkan atau dijatuhkan melainkan karena sudah waktunya sesuai ketentuan dan sudah disayang takyat.
cemplon @ Selasa, 5 Februari 2008 | 10:38 WIB
kenapa harus mempersoalkan masalah gelar Soeharto?masih banyak urusan yang harus dihadapi bangsa ini...!!!Jangan sampai kita ter"tidur" oleh keadaan masa lalu (Orde Baru)- dimana terdapat pembangunan di beberapa daerah - karena itu sebenarnya adalah awal penjajahan model baru di Negeri ini...Jadi yang harus dilakukan saat ini adalah tetap mengusut kasus2 (perdata) Soeharto!!!! (meski sudah meninggal)MERDEKA!!!
iwan @ Selasa, 5 Februari 2008 | 10:24 WIB
Setuju dengan pendapat eko. Yang udah meninggal mah udah saja gak usah diungkit-ungkit lagi, toh itu urusan dia sama Tuhannya.Pikirin saja nasib bangsa dan rakyat ke depan, jangan politik saja yang diurusin. Gitu aja kok reepottt..
Nama
Email
Komentar
Security Code
Menurut Anda siapakah yang lebih cocok menjadi vokalis sementara Kerispatih?
a. Judika

b. Badai

KOMPAS ENTERTAINMENT
© 2008 - 2010 KOMPAS.com - All rights reserved mp-ws-27