


JAKARTA, KOMPAS.com - Dengan lirik rapnya, Pandji Pragiwaksono ingin memberi pendidikan sosial hingga politik kepada para pendengarnya, tak seperti para rapper "Barat" yang, menurutnya, identik dengan lirik tentang seks.
Idealisme itu mendasari album pertamanya, Produktif dan Proaktif (2008), dan album keduanya, You'll Never Know When Someone Comes In and Press Play on Your Paused Life, yang baru dirilis tahun ini dan mengedepankan I Told You sebagai single pertama. "Memang, rap (di "Barat") itu identik dengan lirik tentang seks dan wanita. Tapi, saya justru ingin mengedukasi lewat karya saya, seperti sosial atau politik," kata pemuda kelahiran Singapura, 18 Juni 1979, ini.
"Kalau album pertama lebih provokatif, bicaranya seperti orang lagi demonstrasi, album kedua lebih banyak terinspirasi dari kebahagiaan dan kepuasan diri sendiri," lanjut pembawa acara TV ini.
Pandji memilih label indie untuk memproduksi dan mengedarkan album-albumnya, supaya tidak dikejar-kejar target angka penjualan. "Gue lebih memilih indie label, karena gue enggak mau membebani diri dengan mengembalikan modal orang (label). Gue yakin bisa berkarya dengan subyektif dan bagi gue major label menilai kesuksesan itu dari nilai digit," paparnya.
Pandji juga bertekad untuk memelihara keberadaan rap di Tanah Air. Seperti kita tahu, jumlah rapper di sini bisa dihitung dengan jari. "Mungkin Iwa K melejit sendirian di generasinya. Sekarang, gue ingin menjadi pembela rap dengan banyak aksi," kata Pandji optimistis. (C7-09/ATI)

