Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
RESENSI FILM Harry Potter and The Half Blood Prince
Jumat, 10 Juli 2009 | 09:54 WIB
|
Share:

Mengungkap Identitas Pangeran Berdarah Campuran yang Asli

Pangeran berdarah campuran adalah seorang yang ahli dalam membuat ramuan. Berkat bukunya yang berisi cara pembuatan ramuan, Harry Potter sangat tertolong olehnya.

Harry Potter mendapatkan buku tersebut dari seorang profesor ramuan baru yang bernama Slughorn. Ia menggantikan posisi Profesor Snape dalam pelajaran ini.

Lalu, apakah Profesor Snape masih menjadi pengajar di Hogwarts? Tentu saja Profesor Snape masih menjadi guru.

Ia beralih profesi menjadi guru pertahanan terhadap ilmu hitam. Wah, konon sejak Profesor Dumbledore menolak lamaran mengajar seorang calon guru pertahanan terhadap ilmu hitam, hingga saat ini tak ada satu pun guru pelajaran ini yang bertahan lebih dari setahun.

So , akankah Profesor Snape bertahan menjadi guru pertahanan ini? Lalu, bagaimanakah dengan pangeran berdarah campuran? Siapakah dia sebenarnya?

 

Rilis

Awalnya, film Harry Potter and The Half Blood Prince ini akan dirilis pada 21 November 2008. Sebelumnya, film tersebut akan diputar pada sebuah acara tahunan yang dihadiri oleh Ratu Elizabeth II.

Film tersebut akan menjadi film pilihan keluarga Kerajaan Inggris jika jadi diputar. Nyatanya, Harry Potter keenam ini ditunda penayangannya dan akan diputar di bioskop pada 17 Juli 2009.

Cerita di balik film Harry Potter 6

Di seri yang keenam ini kita akan melihat wajah baru Lavender Brown. Tokoh yang memerankannya adalah Jessie Cave. Sebenarnya di serial ketiga, tokoh Lavender Brown ini diperankan oleh Jennifer Smith.

Terus, kenapa diganti ya? Yah, tokoh Lavender Brown ini tidak dijelaskan secara spesifik warna kulitnya. Jadi tak ada masalah jika diganti pemerannya.

Pemeran Marcus Belby, seorang murid Ravenclaw, diperankan oleh Robert Knox, dikabarkan meninggal akibat sebuah perkelahian karena melindungi adiknya dari kericuhan di sebuah bar di Inggris.

Karena prosesi shooting di Lacock Abbey yang dilakukan antara jam 5 sore dan 5 pagi, para penduduk disuruh menutup jendela mereka. Hal itu karena cahaya yang berasal dari rumah penduduk dapat mengganggu pencahayaan saat proses shooting . (Dikara)