

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi Slank, Efek Rumah Kaca, Tika and the Dissidents, dan Kadri Jimmo The Prinzes of Rhythm akan menyedot publik untuk memenuhi area Tugu Proklamasi, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (12/7) ini sejak menjelang sore. Yang utama, bukan untuk menghibur dengan lagu-lagu, tapi untuk terus menyalakan spirit anti-korupsi di Tanah Air.
Cinta Indonesia Cinta KPK (CICAK), begitu judul acara yang melibatkan para artis musik tersebut, Penyelenggaranya, komunitas CICAK, yang peduli kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan penumpasan korupsi di negeri ini. Dalam undangan kepada media untuk meliput acara itu, yang dikirim melalui e-mail, pihak komunitas tersebut menyatakan bahwa KPK membutuhkan dukungan publik untuk terus memerangi korupsi di Tanah Air, di tengah serangan terhadap korupsi itu dari berbagai pihak.
Artis-artis musik dan karya mereka dijadikan jembatan oleh komunitas tersebut untuk menularkan pemeliharaan spirit itu kepada publik. Maka dilibatkanlah Slank, Efek Rumah Kaca, Tika and the Dissidents, dan Kadri Jimmo The Prinzes of Rhythm untuk menyampaikan orasi dan menyuguhkan sejumlah lagu.
"Kami diundang oleh komunitas itu. Mungkin mereka tahu kami punya lagu bertema nasionalisme, Indonesia Memang Hebat, dan tujuan kami untuk mengenalkan nasionalisme dengan cara yang ngepop," terang Kadri Mohamad, salah satu vokalis Kadri Jimmo The Prinzes of Rhythm, kepada Kompas Entertainment, di sela sound check, Minggu (12/7) pagi.
Acara tersebut dijadwalkan akan digelar mulai pukul 15.00 WIB. Slank, yang selama ini sudah dikenal mendukung aksi anti-korupsi di negeri ini, terutama yang dilakukan oleh KPK, mendapat giliran untuk membuka acara itu. Sesudah mereka, berturut-turut akan tampil Kadri Jimmo The Prinzes of Rhythm, Tika and the Dissidents, dan Efek Rumah Kaca. (ATI)
