

JAKARTA, KOMPAS.com -- Presenter Anya Dwinov ingin mendonorkan seluruh organ tubuhnya setelah meninggal dunia kelak. Keinginannya tersebut sempat ditentang kedua orangtuanya karena dianggap tak lazim.
Selain itu, Anya masih belum tahu apakah di dalam agama, mendonorkan organ tubuh diperbolehkan atau tidak. ”Baru beberapa hari yang lalu aku tanya ke mama lagi, apa boleh donor organ atau tidak? Ternyata responsnya tidak sekeras awal. Kalau dulu langsung bilang tidak, kemarin cuma diam. Jadi aku pikir, wah ini saatnya untuk mencari tahu dari sudut pandang agama,” ujar Anya Dwinov saat ditemui di sela-sela ”Perayaan 18 Tahun Pemberdayaan Wanita oleh Tupperware” di Plaza Semanggi, Jumat (10/7).
Keinginan Anya yang begitu kuat ini tidak lepas dari informasi yang ia peroleh dari televisi dan proses berpikir yang panjang. Pemain sinetron yang kini mengelola dua restoran itu melihat bahwa penting sekali seseorang bisa membantu sesama meski tubuhnya sudah tidak hidup lagi. Donor organ yang sehat akan sangat membantu memperpanjang hidup orang lain.
Hanya, keinginan untuk langsung mendaftarkan diri sebagai pendonor masih terus ditahan Anya sebelum ia benar-benar yakin bahwa agama tidak melarang umatnya untuk mendonorkan organ tubuh. Anya yakin, organnya bisa sangat berharga untuk orang lain.
”Manfaat positif untukku jika aku mendaftarkan diri sebagai pendonor organ adalah aku harus menjaga kesehatan tubuhku, agar suatu hari orang lain bisa merasakan manfaatnya,” ucap Anya. (Warta Kota/Dewi Pratiwi)

