JAKARTA, KOMPAS.com -- Bukan rahasia jika sensualitas kerap dijadikan daya pikat bagi sebuah kelompok vokal perempuan. Ia bisa menjadi gimmick yang ciamik agar bisa dilirik di tengah persaingan yang begitu ketat. Adakah hal itu juga diadopsi Pianka, trio vokal pendatang baru yang digawangi Puspita Wardhani (Pipit), Nita Lesmana (Nita) dan Sherine Farani Bahar (Sher)?
Hmm... Rupanya tidak. Mereka bahkan menolak jika kehadirannya memanfaatkan formula tersebut agar bisa dilirik publik. "Yang kita jual ya kekuatan vokal. Sensualitas, ya jelas enggaklah," ujar Nita, diamini dua rekannya, di sela promo mini album mereka, Oh My God, di kawasan Kemang, Jakarta, kemarin.
Bagi Pianka, menonjolkan sensualitas bukanlah pilihan mereka agar bisa dikenal publik. "Kita ingin dikenal karena kita memang beda, unik dan juga fresh. Yang pasti kita ingin menonjolkan girl power," tekan Nita.
Soal keunikan, Pianka boleh jadi memang unik. Sebelum dikenal di tanah air, nama mereka justru lebih dikenal di negeri tetangga Malaysia lewat ajang pencarian grup vokal Gangstarz, yang diputar di TV3 Malaysia, di tahun 2007. Jauh sebelumnya, mereka juga kerap tampil di even panggung broadway dan festival paduan suara di sejumlah negara.
Ya, jika ditilik jejak panggung mereka, ketiganya memang punya prestasi yang menonjol. Pipit dan Nita, misalnya, tak lain adalah murid Elfa Secioria. Keduanya kerap memperkuat Elfa's Choir di ajang Olympic Choir di sejumlah negara, seperti Italia (2003), Korea (2002), Bremen-Jerman (2004) hingga Austria (2008). Nita juga bahkan pernah menjadi juara mingguan di ajang Asia Bagus, Singapura tahun 1998.
Sher, prestasinya juga tak kalah menonjol. Selain mahir memainkan violin, ia juga pernah menjadi juara putaran pertama Asia Bagus di tahun 2000. Tahun 2005, ia bahkan sempat merilis album solo pertamanya yang berkolaborasi dengan Yovie Widianto, lewat album When Sherine Sing Yovie's Best.
Di tahun 2006, ketiganya akhirnya memutuskan untuk bergabung dan membentuk grup vokal yang berangotakan empat personel. Namun, dalam perjalannya, salah satu personel keluar dan terbentuklah trio Pianka.
Sebelum di Indonesia, nama Pianka sudah akrab di telinga pendengar musik Malaysia. KRU Music Group, label rekaman milik KRU--eks Boy Band asal Malaysia yang tenar di era tahun 90-an, mengajaknya bergabung dan merilis single Datanglah Kekasih. Lagu tersebut, menjadi soundtrack film Malaysia, yang berjudul Duyung.
Sukses single tersebut, Pianka kembali jadi perhatian setelah single terbaru mereka, Mau Yang Besar, dijadikan kembali soundtrack untuk film Cicakman 2, yang juga dibintangi Tamara Bleszynski. "Alhamdulilah, lagunya masuk chart tangga lagu di sejumlah radio di sana," ujar Sher.
Setelah sukses di Malaysia, mereka pun kini berharap bisa diterima oleh publik di tanah air. "Inginnya juga bisa diterima di sini. Bagaimana pun pasar Indonesia sangat besar," timpal Pipit.
Peluang itu belakangan terbuka lebar. Lewat mini album Oh My God, mereka berharap bisa mengisi kekosongan, yang saat ini ditinggalkan AB Three dan Moluccas. "Ada lima lagu yang sudah disiapkan. Rencananya, setelah Lebaran baru akan dirilis," ujar Nita.
Untuk perkenalan, mereka akan terlebih dahulu merilis single Mau Yang Besar. Meski kental dengan warna Melayu, namun toh aransemennya tetap bertenaga dan terdengar rancak. "Dari lima, ada satu yang slow, judulnya Apa Dosaku. Tapi tetap kita nyanyi yang ber-power," tegasnya. (EH)
