JAKARTA, KOMPAS.com -- Menyerah berarti kalah. Pemeo inilah yang tak dikehendaki oleh penyanyi Nuke. Meski beberapa kali gagal merengkuh peruntungan di industri musik lewat grup band, tak membuat asa dara kelahiran Surabaya, 29 September 1980, ini meredup.
Ia pun kini memberanikan diri menjajal karier sebagai penyanyi solo. "Jujur saja, saya sempat hopeless menjadi penyanyi. Beberapa kali ngebentuk band dan duo ternyata selalu berakhir gagal. Sejak tahun 2005, saya memilih vakum dari dunia nyanyi," kenang dara jangkung pemilik bobot badan 50 kg ini mengawali perbincangan dengan Kompas Entertainment, belum lama ini.
Selepas itu, aktivitas Nuke lebih sekadar menjadi pegawai keuangan di sebuah event organizer (EO) dan menjadi master of ceremony (MC).
Namun, hasrat untuk kembali rupanya hadir lagi, ketika ia diajak terlibat mengisi vokal perempuan untuk album Penguasa Hati milik grup musik Ungu. Alunan suara Nuke muncul di dua lagu Ungu yakni, "Beri Aku Waktu" dan "Terang Dalam Gelapku".
Sejak itulah, keinginan Nuke makin kuat. "Saya merasa, (nyanyi) sendiri malah merasa optimis dan yakin," bebernya.
Klop. "Jodoh" rupanya tengah berlaku pada Nuke. Tawaran untuk bersolo karier datang menghampirinya. Ajakan itu justru datang dari bos di perusahaan tempatnya bekerja, 18 Production.
Harry "Koko", promotor musik yang juga pemilik perusahaan tesebut, menangkap potensi yang dimilikinya. Alhasil, Nuke dipercaya untuk terlibat penggarapan mini album, yang berisikan lagu-lagu lawas. "Walaupun lagu-lagu lama, tapi digarap dengan aransemen dan warna yang beda. Konsepnya pun lebih ngeband," terang Nuke mengenai mini albumnya tersebut.
Sejumlah lagu, lanjut Nuke, sudah disiapkan, di antaranya "Apa Salah dan Dosaku", ciptaan Bartje Van Houten, dan lagu milik Dian Pramana Putra dan Dedi Dhukun, "Aku Sayang Padamu" dan "Masih Ada".
"Menyanyikan lagi lagu-lagu lama yang pernah hits di zamannya, punya keuntungan tersendiri. Orang setidaknya pernah tahu dan itu sangat membantu. Lagu-lagu lama biasanya abadi dan tinggal pengemasannya saja, sehingga bisa lebih fresh," papar Nuke.
Untuk menghadirkan kesegaran itu, di lagu "Apa Salah dan Dosaku", yang diaransemen Krishna ADA Band dengan menghadirkan string section dari Oni Krisnerwinto. Sejumlah musisi pun turut digaet, seperti Thomas Ramadhan (GIGI), Marshal (ADA Band), dan Budi Rahardjo (Drive).
"Lagu ini buat saya temanya sangat universal, tidak sekadar bicara soal cinta. Jadi, menurut saya, lagu ini masih pas didengar sekarang ini," katanya.
Disinggung soal persaingan ketat yang bakal dihadapinya, Nuke mengaku tak terlalu khawatir, toh katanya, "Setiap penyanyi punya karakter yang berbeda dan keunikannya sendiri. Jadi kenapa harus khawatir," tegasnya. (EH)
