Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
J-Rocks Jadi The Beatles
Senin, 20 Juli 2009 | 18:15 WIB
|
Share:
KOMPAS ENTERTAINMENT/ATI KAMIL
J-Rocks dalam pertunjukan As You Like It di Bandung, 18 Juli 2009.

BANDUNG, KOMPAS.com - J-Rocks menegaskan diri sebagai band yang bersifat audio visual. Mereka menempatkan fashion yang mereka kenakan, sebagaimana lagu-lagu mereka, di posisi penting.

Wima (bas)--sekaligus mewakili Iman (vokal dan gitar), Sony (gitar), dan Anton (drum)--menyatakan hal itu dalam pertunjukan As You Like It di Bandung, Sabtu lalu (18/7).

Malam itu J-Rocks tampil di hadapan kira-kira 300 orang, termasuk sejumlah J-Rockstar alias penggemar J-Rocks, yang terpilih oleh penyelenggara As You Like It untuk menonton secara gratis, aman, dan nyaman pertunjukan eksklusif tersebut serta berinteraksi secara akrab dan santai dengan J-Rocks. Untuk menunjang aksi panggung mereka, ketika membawakan dua lagu The Beatles, I Want to Hold Your Hand dan Something, J-Rocks berganti dandanan--ala The Beatles. Mereka mengenakan kostum The Beatles untuk album dan lagu Sgt Pepper's Lonely Hearts Club Band. Rambut mereka, yang tadinya bergaya Harajuku, ditutup oleh wig seperti potongan rambut The Beatles.       

"Kami band audio visual. Buat kami, fashion penting. Kami enggak mau tampil cuma pakai celana jeans, t-shirt, sepatu kets," ucap Wima, yang disebut mirip (mendiang) John Lennon oleh dua artis yang membawakan acara malam itu--Ronald dan Tike. "Makanya, dua jam sebelum manggung kami sudah ada di depan cermin, dibantu oleh teman-teman yang ahli di bidang itu (para penata rias wajah dan rambut serta busana)," sambungnya.

Di atas pentas, Wima bercerita pula, awalnya J-Rocks, karena musik mereka mengacu ke pop-rock Jepang, tampil dengan fashion yang "Harajuku banget". "Nabrak-nabrak (motif, warna, dan desain)," ucapnya.

Namun, lanjut Wima, karena sering manggung di bawah udara panas di dalam negeri, mereka menjadi kegerahan mengenakan kostum dengan desain yang "sangat Harajuku", yang menumpuk beberapa potong pakaian sekaligus di atas tubuh, termasuk jas. "Akhirnya, ya sudah, senyaman kami saja. Memang, ada yang protes, kurang Harajuku, enggak Harajuku. Tapi, buat kami, fashion tetap penting," ucapnya lagi. (ATI)