

JAKARTA, KOMPAS.com -- Anda punya masalah dengan bobot badan yang teramat gembrot? Punya keinginan kuat untuk menurunkannya, namun tak tahu caranya. Inilah saatnya Anda menjadi bagian dari peserta program acara reality show The Biggest Loser Asia. Selain bakal mendapatkan kembali bentuk tubuh yang ideal dan sehat, Anda pun berkesempatan membawa pulang hadiah sebesar 100 ribu dolar AS atau Rp 1 miliar. Wow...
"Tak hanya itu, pemenang juga akan menjadi juru kampanye untuk masalah obesitas di kawasan Asia," ujar Karen Johnston, Direktur Pemrograman NBC Universal Global Networks, di Pisa Cafe Mahakam, Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (23/7).
The Bigest Loser Asia, dipaparkan Karen, merupakan reality show yang diadaptasi dari acara yang sama, yang disiarkan salauran televisi Hallmark Channel pertama kalinya pada tahun 2004 di kawasan Amerika. "Sekarang, warga Asia--Singapura, Malaysia, Filipina--termasuk Indonesia, juga berkesempatan untuk ikut menjadi bagian di dalamnya," katanya.
Menurutnya, ada 30 kuota yang disediakan untuk kontestan kali ini. Mereka yang bisa terlibat di ajang tersebut, tentu saja, yang memiliki masalah dengan kegemukan dan punya komitmen untuk menjalani pola hidup yang sehat. "Syaratnya berat badan memiliki indeks masa tubuh lebih dari 25, bisa berbahasa Inggris secara aktif dan usia antara 18-50 tahun," katanya.
Ditambahkan Karen, untuk menjadi kontestan, peserta juga harus mengupload video testimoni berdurasi sekitar empat menit, lewat situs http://www.biggestloserasia.com. "Isinya meyakinkan pihak produser kenapa dia yang harus dipilih menjadi kontestan," ujarnya.
Jika berminat, ada baiknya mendaftarkan diri sesegera mungkin. Mengingat, siapa yang cepat, dia akan berpeluang besar bertemu langsung dengan produser untuk mengikuti audisi langsung, yang akan dilangsungkan pada 8 Agustus mendatang. "Pendaftaran juga bisa dilakukan secara online hingga 31 Agustus mendatang," kata Karen.
Rencananya, mereka yang lolos akan bersaing menjalani proses penurunan berat badan di bawah bimbingan para trainer, selama tiga bulan penuh. "Akan ada banyak tantangan yang harus mereka jalani. Mengenai lokasi syutingnya di mana, saat ini masih dinegosiasikan," terang Karen. (EH)

