Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Slank Minta Aparat Serius Kawal Gerakan Antikorupsi
Selasa, 11 Agustus 2009 | 21:34 WIB
|
Share:
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Slank dalam acara deklarasi Cinta Indonesia Cinta KPK, 12 Juli 2009 di Tugu Proklamasi, Jakarta.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com Menyuarakan perlawanan terhadap korupsi tak hanya berlaku lewat jalur hukum dan politik. Bagi grup band Slank, melawan korupsi juga bisa dilakukan dengan bermusik seperti yang selama ini mereka lakukan. Sejak menelurkan album perdana mereka, suara itu telah dikumandangkannya.

Atas konsistensinya itulah, grup yang digawangi Kaka (vokal), Bimbim (drum), Abdee (gitar), Ridho (gitar), dan Ivanka (bas) dianugerahi penghargaan Civil Society Award 2009 oleh majalah Forum

"Kita bangga banyak teman, dan ini spirit buat kita dan kita tetap on the right track dan dengan ini semakin menunjukkan banyak orang yang berani lawan korupsi," ungkap Kaka seusai menerima penghargaan Civil Society Award 2009, di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (11/8). 

Kaka mengaku, penghargaan yang diterima Slank kali ini merupakan penghargaan yang jauh berbeda ketimbang  penghargaan yang selama ini mereka terima. "Penghargaan di bidang sosial lebih membanggakan dibandingkan dengan AMI (Anugerah Musik Indonesia)," aku Kaka. "Karena di rumah sudah banyak (penghargaan musik)," tegasnya enteng.

Karenanya, Slank berharap, lewat musik mereka bisa terus menyuarakan perlawanannya terhadap ketidakadilan. "Kita bergerak lewat bidangnya masing-masing dan tujuannya satu. Kebenaran," ujar Kaka. "Kita tetap lewat musik, kalau ada yang meminta atau memang harus kita dukung, ya kita akan melakukannya. Cuma untuk ikut LSM atau organisasi semacamnya kita enggak lah," imbuh Kaka. 

"Kita tetap menyuarakan apa yang kami tidak sukai. Kita konsen di HAM, korupsi, dan itu yang sering kita bahas," timpal Bimbim.

Bagi Slank, harapan terbesar saat ini tinggal bagaimana pihak berwajib bisa dengan sesegera mungkin melakukan pencegahan agar korupsi tak terus menjamur di Indonesia. "Kita baru 10 tahun benar-benar menjalani demokrasi di negeri kita. Negara demokrasi kan membutuhkan hukum, karena itu jaksa dan polisi harus serius menjaganya," ungkap Kaka. (C7-09)