


JAKARTA, KOMPAS.com - Model dan pembawa acara Olga Lydia (32) mengaku bangga dengan pakaian berbahan batik, khas Indonesia. Ia pun sudah mengoleksi busana batik.
"Kita wajib bangga, karena batik kini menjadi salah satu warisan dunia. Makanya, saya sekarang semakin suka dengan batik," ucap perempuan berdarah Indonesia-Tionghoa ini.
Menurut Olga, batik kini mampu bertransformasi menjadi pakaian yang kasual dan modis, dibanding dengan jauh sebelumnya. "Batik sekarang ini sudah macam-macam modelnya. Ada yang jenis balon, ada yang terusan," ucapnya lagi.
Olga mengaku senang mengombinasi busana batik yang dikenakannya dengan pakaian modern. "Kalau saya senangnya pakai batik dengan kombinasi (celana panjang) jins atau, kalau enggak, pakai batik terusan kombinasi legging. Itu kan lucu dan kasual," ujarnya.
Olga tak memasalahkan harga batik yang akan dibelinya. "Batik itu hasil kerajinan tangan asli, jadi kita harus menghargai itu. Bagi saya, batik yang seratus ribuan rupiah enggak masalah, asalkan saya suka dan nyaman," katanya. "Saya sendiri tidak punya bakat untuk mendesain busana yang akan saya pakai. Jadi, saya lebih memilih batik dengan beli jadi saja," sambungnya.
Olga juga merasa bangga ketika Hari Batik Nasional ditetapkan oleh UNESCO's World Heritage menjadi Hari Batik Sedunia. "Tentunya bangga ya, makanya nanti ayo kita sama-sama pakai batik, tanggal 2 Oktober nanti," imbaunya sambil menutup perbincangan. (C7-09)
