


JAKARTA, KOMPAS.com - Perancang busana muslimah yang mantan penyanyi dan pemain film, Ida Royani, mengaku terpacu untuk semakin kreatif dalam berkarya, karena sering menjadi korban penjiplakan rancang pakaian muslimah di Indonesia.
"Sebenarnya, capek juga, saya bikin ini dijiplak, bikin itu dijiplak juga," kata perempuan kelahiran 24 Maret 1953, Rabu (30/9) di Jakarta.
Meski begitu, istri pemusik Keenan Nasution ini berusaha untuk selalu berpikir positif terhadap penjiplakan yang dialaminya selama ini. Menurutnya, kian karyanya ditiru, ia terdorong bertambah kreatif. Ia mengaku selalu tertantang untuk menemukan sesuatu yang baru untuk bisnis busana muslimah yang sudah ditekuninya sejak akhir 1970-an itu. "Saya juga tidak pernah mengurus hak paten, karena bagi saya itu terlalu ribet," aku pasangan duet artis legendaris (mendiang) Benyamin S dalam banyak lagu ini.
Ida, yang belakangan memilih tenunan sebagai bahan dasar rancangannya, mengatakan bahwa penjiplakan karyanya juga bernilai positif bagi bisnisnya. "Dengan begitu, semakin banyak orang yang bikin busana muslim, karena sejak 1980-an saya sudah memimpikan Jakarta menjadi pusat mode busana muslim dunia," ujarnya. (ANT/ATI)
