Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Giring Berburu Produk Fashion Bekas di Australia
Kamis, 1 Oktober 2009 | 15:11 WIB
|
Share:
KOMPAS ENTERTAINMENT/IRFAN MAULLANA
Giring Ganesha, vokalis band Nidji, dengan kacamata dan topi fedora hasil buruannya di Australia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Berburu produk fashion bekas di Australia membuat vokalis band Nidji, Giring Ganesha, memperoleh kepuasan tersendiri. Terlebih, tak semua orang memiliki barang-barang yang dikejarnya itu.

Pada 26 September lalu di Brisbane (Australia), Giring dan grup Kahitna memeriahkan Pesta Rakyat 2009 sebagai puncak dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-54 kemerdekaan Republik Indonesia di sana. Giring mengungkapkan, usai Nidji tampil di sana, ia sengaja menyempatkan diri untuk berburu kacamata yang sudah lama diinginkannya.

"Kemarin gue baru beli kacamata ini dari Australia, pas Nidji beres manggung di sana. Soalnya, taste-nya beda, orang belum tentu punya," cerita Giring di Jakarta, Rabu (30/9) malam.  "Gitaris (grup) blur, Graham Coxon, selalu pakai kacamata ini dan gue memang pengin kacamata ini sejak kecil," sambungnya. "Tapi, karena memang jodoh enggak bakal ke mana, akhirnya ketemu juga kacamata ini di Vintage Point (Brisbane) dan harganya juga murah, cuma 25 dollar (Australia)," ceritanya lagi.

Lelaki yang berpacaran dengan janda bernama Cynthia ini mengaku merasa nyaman berbelanja barang bekas di Australia. "Di sana memang pasar murah, mirip Pasar Poncol (Jakarta), tapi ber-AC dan yang jualan bule," ujar Giring, yang baru tiba di Jakarta pada Rabu (30/9) pagi.

Tak hanya kacamata impiannya yang dibelinya. Ada beberapa belanjaan lain yang ikut diboyongnya lantaran berharga "miring". "Di sana gue juga beli sepatu sama topi fedora. Kalau di sana itu enggak perlu nawar lagi, karena memang sudah murah. Misalnya, kalau di store jaket kulit bisa sampai 400 dollar (Australia), nah di sana sampai 100 dollar saja," terangnya lagi. 

Giring mengaku pula merasa puas bisa berbelanja di Vintage Point, yang direkomendasikan oleh kerabatnya yang tinggal di Australia. "Gue senang bisa belanja di Vintage Point, karena kan enggak semua orang punya. Tapi, bukan berarti gue enggak suka barang baru lho," tutupnya. (C7-09)