Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Maaf, Miyabi Tak Diterima di Indonesia!
Selasa, 13 Oktober 2009 | 19:14 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Bintang porno asal Jepang Maria Ozawa alias Miyabi akhirnya batal
ke Indonesia. Pembatalan tersebut dibenarkan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Ad-Interim, Mohammad Nuh, setelah memanggil produser dan sutradara film "Menculik Miyabi" di kantornya, Selasa (13/10).

Nuh yang juga Menkominfo itu meminta Odi Mulya Hidayat dari Maxima Pictures selaku produser  film tersebut untuk menerima pembatalan kehadiran bintang film yang belakangan mengundang kontroversial di masyarakat saat ini.

Dalam pertemuan itu, Maxima Picture sudah memastikan untuk membatalkan kehadiran Miyabi, demi menghindari kontroversial yang berkembang di masyarakat, sehingga tidak akan menambah persoalan.

Menurut Odi, pihaknya terpaksa membatalkan kehadiran Miyabi dan menunda penggarapan film "Menculik Miyabi" karena derasnya protes terhadap film itu. Pihaknya juga tidak akan memaksakan kedatangan Miyabi.

Keinginan Maxima Picture itu disambut baik oleh Nuh, karena bangsa ini memang tidak ingin disibukkan dengan persoalan-persoalan yang sesungguhnya bisa diselesaikan dengan jalan baik-baik.

Sebelumnya, Nuh mengibaratkan persoalan kedatangan Miyabi ke Indonesia itu seperti penjahat atau pencuri yang ingin datang dan salat ke masjid, sehingga tidak perlu dilarang, karena kehadirannya tidak untuk mencuri atau melakukan kejahatan, sehingga boleh-boleh saja.

Namun, sebaliknya, jika ada orang yang nyata-nyata datang ke masjid untuk melakukan tindak kejahatan, sudah seharusnya sejak awal dilarang, meski dia sebelumnya orang yang baik-baik saja.

Tapi, bila kehadirannya mengundang kontroversi yang berkepanjangan dan tidak produktif, maka sudah seharusnya dibatalkan. (ANT/EH)