Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
"Shooting" Film Julia Roberts Jangan Menodai Kesucian Pura
Jumat, 30 Oktober 2009 | 09:59 WIB
|
Share:

DENPASAR, KOMPAS.com - Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali I Gusti Ngurah Sudiana berharap shooting film Eat, Pray, Love (EPL) yang dibintangi Julia Roberts, tidak menodai kesucian pura.
     
Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, lanjut Sudiana, seharusnya pihak mereka melakukan koordinasi. "Sepanjang pengambilan gambar sudah berlangsung lebih dari dua pekan di Bali, saya dan pengurus PHDI sama sekali belum pernah diajak bertemu bahkan berkoordinasi," katanya seperti dikutip kantor berita Antara di Denpasar, Jumat (30/10).
     
Ia juga mengemukakan bahwa laporan dari pengurus PHDI di daerah yang dijadikan lokasi pengambilan gambar film EPL tersebut juga belum ada. "Mungkin saja mereka juga tidak dilibatkan, tapi saya berharap ada pengawasan dari desa pakraman jangan sampai ada yang mengganggu kesucian pura dan tempat suci lainnya," katanya.
     
Dia beranggapan bahwa panitia film tidak mengerti tentang Bali sehingga jika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, maka hal itu nantinya merupakan tanggung jawab tim mereka.
     
Menurut Sudiana, jika memang ada pemakaian lokasi tempat suci untuk pengambilan gambar, Sudiana menyarankan hendaknya ada koordinasi. Namun demikian, jika dalam aktivitas itu memang tidak ada sangkut pautnya dengan tempat suci, maka itu kewenangan mereka dan silahkan masyarakat setempat yang melakukan kontrol.
     
"Jangan sampai apa yang dilakukan warga luar di Bali ini justru membuat tidak nyaman dengan masyarakat kita sendiri," ujar Sudiana.
     
Sejumlah aktivitas pengambilan gambar dalam film tersebut tetap berhubungan dengan kegiatan keagamaan masyarakat Hindu di Bali. Misalnya saat di Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung yang mengambil lokasi di sebuah lapangan.

Tim film membangun rumah berlantai dua dengan persiapan dua bulan sebelum pengambilan gambar dimulai dengan setting sebuah pohon beringin besar dengan bangunan pura.
     
Setelah pengambilan gambar selesai, rumah akan dibongkar dan lokasi itu akan dikembalikan seperti sediakala. Hal ini dikarenakan tempat tersebut, setiap harinya dipakai untuk persembahyangan masyarakat setempat.
     
"Jika kondisinya seperti itu maka minimal pengempon pura atau desa pakraman dan PHDI setempat mengawasi jangan sampai ada yang menodai pura tersebut," katanya berharap.
     
Menurut dia, pengambilan film Julia Roberts ini berbeda dengan beberapa pengambilan film yang pernah digelar di Bali sebelumnya. PHDI selalu dilibatkan untuk memberikan pengetahuan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama di Bali. (EH)