


JAKARTA, KOMPAS.com - Impian Happy Salma (29) menggelar pentas monolog di luar negeri tercapai. Pada 25 November nanti, dia akan bertolak ke Belanda dan Perancis untuk pentas monolog Ronggeng Dukuh Paruk, yang diangkat dari novel trilogi karya Ahmad Tohari, bersama Institute of Defence and Security Studies (IODAS).
”Ini pertama kalinya aku tampil bermonolog di luar negeri. Karena harus meminimalkan dana, jadi aku memberanikan diri belajar membongkar naskah dan mengarahkan diri sendiri,” kata Happy.
Meski senang, ia merasa terbeban. ”Kalau jelek aku bisa nyesel. Sayang juga, karena ini kesempatan yang belum tentu aku dapetin lagi. Aku harus memberikan yang terbaik,” ujar Happy yang Minggu (8/11), di Bundaran HI Jakarta, membaca puisi dalam aksi ”Indonesia Sehat Lawan Korupsi”.
Tetapi, ia memilih untuk tidak stres. ”Aku enggak mau mikir terlalu berat. Aku mau senang-senang saja. Jadi, aku bisa menikmati latihan tari dan dialognya,” katanya. Untuk penampilannya itu, dia belajar tari hingga ke Banyumas.
Ia merasa mendapat tantangan besar karena dalam novelnya, Ahmad Tohari mengemas kisah itu dengan lengkap, ada unsur tari, magis, sejarah, sampai percintaan. (DOE)

