Kamis, 27 November 2014
118 Film Ikut FFI 2009, MFI Absen Lagi
Rabu, 11 November 2009 | 10:36 WIB
|
Share:
KOMPAS ENTERTAINMENT/ADITYA OKTAVIRMANA
Sutradara film Fiksi Mouly Surya mengangkat Piala Citra, yang diraihnya di FFI 2008, di Kota Bandung
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 118 film, yang terdiri atas 40 film bioskop, 38 film dokumenter, dan 40 film pendek, dipastikan mengikuti Festival Film Indonesia 2009. Puncak acara penganugerahan Piala Citra tahun ini akan dilaksanakan di Hall D Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, 16 Desember mendatang.

Demikian terungkap dalam peluncuran dan jumpa pers Festival Film Indonesia (FFI) 2009 di Gedung Film, Jakarta, Selasa (10/11). FFI 2009 resmi diluncurkan Direktur Jenderal Nilai Budaya, Seni, dan Film, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Tjetjep Suparman.

Untuk pertama kalinya, penyelenggaraan FFI ini akan ditangani Komite Festival Film Indonesia (KFFI) yang dibentuk Menteri Kebudayaan dan Pariwisata pada Agustus lalu. Tahun-tahun sebelumnya FFI diselenggarakan Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N). ”Tahun ini BP2N dan pemerintah hanya berperan sebagai pengarah,” tutur Ketua KFFI Niniek L Karim.

Selain kepanitiaan, perubahan lain pada penyelenggaraan FFI 2009 ini adalah tidak ada lagi pembatasan format film untuk kategori film bioskop. Hingga tahun lalu syarat film bioskop yang boleh mengikuti FFI harus dalam format pita seluloid 35 milimeter. ”Mulai tahun ini, format digital sudah bisa ikut, asal sudah pernah ditayangkan di bioskop,” ujar Wakil Ketua I KFFI Alex Sihar.

Dewan juri untuk kategori film bioskop tahun ini terdiri atas Franki Raden, Alex Kumara, Eduard Pesta Sirait, El Manik, German Mintapradja, Indra Yudistira, Sekar Ayu Asmara, Jajang C Noer, dan Totot Indrarto. Di kategori film dokumenter dewan jurinya adalah Marselli Sumarno, Roy Lolang, Yudi Datau, Buntje Harbunangin, dan Fajrian Hamdi. Sementara itu, dewan juri untuk film pendek beranggotakan Hardo Sukoyo, Hadi Artomo, Firman Triyadi, Ainun Ridho, dan Iwan Wahab.

Penyelenggaraan ke-28 FFI—sejak pertama kali digelar tahun 1955 atau keenam sejak digelar kembali tahun 2004 setelah vakum selama 12 tahun—ini masih diwarnai absennya film-film karya produser/sutradara anggota Masyarakat Film Indonesia. (DHF)