Kamis, 12 November 2009 | 11:45 WIB
Cici Paramida Boyong Keluarga ke Pengadilan

JAKARTA, KOMPAS. com -- Demi memuluskan keinginannya untuk bercerai dari  Raden Akhmad Suhaebi, suaminya, pedangdut Cici Paramida memboyong keluarganya ke Pengadilan Agama Jakarta Utara, Kamis (12/11). Ayahnya, H. Muhammad Idham Idris, beserta kakak, adik, tante dan sepupunya terlihat mendampingi pelantun "Mulan Merindu" itu.

"Mereka akan menjadi saksi terkait adanya tindakan kekerasan yang dilakukan Suhaebi kepada Cici," terang Riri Purbasari, SH, kuasa hukum Cici sebelum sidang.

Selain menghadirkan sejumlah saksi, lanjut Riri, pihaknya juga akan menyerahkan berkas terkait putusan vonis terhadap Suhaebi di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong, yang menjatuhi hukuman  1 tahun penjara setelah dinyatakan  terbukti melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap Cici. 

"Hasil dari sidang putusan di Pengadilan Negeri Cibinong akan kita lampirkan sebagai bukti dalam agenda sidang nanti," tutur Riri.

Setelah putusan vonis PN Cibinong tersebut, diterangkan Riri, kliennya lebih siap menjalani sidang perceraiannya. "Cici terlihat lebih siap karena sidang pidananya kemarin menjadi beban buat dia. Sekarang dia jauh lebih siap," paparnya.

Hal itu terlihat ketika Cici datang bersama keluarga dan kuasa hukumya dengan wajah yang sumringah dan penuh tawa. (C9-09)

 


0
A A A
Ada 4 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Paul @ Kamis, 14 Februari 2008 | 01:30 WIB
Olala benar Soeharto hanya menjalankan sistem. tapi jangan lupa dia yang membuat sistem. jadi memang disengaja agar sistem yang ada mendukung dan melindungi apa yang dia and the gang lakukan. adili untuk meluruskan sejarah dengan terungkapnya kebenaran.
brianyaputra @ Selasa, 12 Februari 2008 | 18:01 WIB
sebagian rakyatku tdk usah belain Soeharto yg dianggap berjasa, jasa apa yg dilakukan, yg dilakukan dia hanya merampas harta negara via kroni-kroninya, jgn sekali-kali mengatakan sudah berlalu dan lupakan mulai yg baru. Itu semua omong kosong, justru kalau dgn cara itu bangsaku Indonesia akan menjadi badut,bangsa yg sangat bobrok di dunia ini,hanya dikibulin oleh penguasa-penguasa yg zalim/brengsek,tanpa menengakkan kebenaran sejati, misalnya SBY yg sama dan rakyat tdk perlu tuntut dia,begitu???
devil @ Selasa, 12 Februari 2008 | 17:36 WIB
Banyak yang bnr2 ngawur kok menilainya. Bener kata bro olla, semua itu karena situasi saat itu...jngan ngomong HAM lah kalo orang yang menuntutpun nggak ngerti arti HAM. Ayo rakyatku...belajar dan menjdi pintar dunk... kapan majunya kita
olala @ Selasa, 12 Februari 2008 | 16:02 WIB
pak harto hanya menjalankan tugas sesuai dengan kondisi dan situasi pada waktunya jadii merupakan bagian dari sistim .......... pada tahu apa kagak sih
Nama
Email
Komentar
Security Code
Menurut Anda siapakah yang lebih cocok menjadi vokalis sementara Kerispatih?
a. Judika

b. Badai

KOMPAS ENTERTAINMENT
© 2008 - 2010 KOMPAS.com - All rights reserved mp-ws-27